Minggu, 05 Agustus 2012

Tes Uji Kenabian Muhamad

Tuhan memerintahkan kita untuk langsung percaya kepada seorang yang menyatakan dirinya Nabi, Kita perlu menguji mereka yang menyebut dirinya seorang Nabi agar kita tidak disesatkan oleh Nabi-nabi palsu yang sudah banyak menyebar di tengah-tengah masyarakat.

Tuhan pun memerintahkan kita untuk menguji setiap nabi, apakah datang dari Tuhan atau seorang penipu.

Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. (25) Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.

1 Tesalonika 5
(19) Janganlah padamkan Roh, (20) dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. (21) Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (22) Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

1 Yohanes 4 
(1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

2 Korintus 11
(14) Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.


KITA HARUS MENGUJI ORANG YANG MENGAKU MENJADI NABI

Muhammad mengklaim dirinya sebagai seorang Nabi. Kristen tidak dapat menolak klaim ini sebuah ketidakmungkinan karena orang Kristen pun percaya bahwa Tuhan telah mengutus nabi. Tapi bukan berarti orang Kristen dapat secara membuta menerima klaim kenabian Muhamad begitu saja yang akan tampak kelihatan bodohnya. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk menguji setiap nabi untuk menentukan apakah mereka benar-benar diutus dan berasal dari Tuhan atau seorang Penipu. Muhammad mungkin seorang nabi yang benar atau ia mungkin seorang nabi palsu. Kita harus mengujinya untuk melihat dia. Apakah Anda siap untuk menguji Muhammad sebagai utusan yang diperintahkan Tuhan?

Bagaimana kita menguji seorang nabi? Kami menguji nabi dengan memeriksa nubuat yang dikatakannya apakah itu benar atau sebuah kebohongan. Nubuat Muhammad dicatat dalam Al-Qur'an sehingga kita perlu menguji apa yang dikatakan Al Qur'an untuk melihat apakah Muhammad adalah seorang nabi yang benar.

Al Qur'an membuat tiga buah klaim untuk menjadikan Muhammad seorang nabi yang benar. Klaim ini akan kita uji:

A. Al-Qur'an menegaskan/mengkonfirmasi ajaran yang ada didalam kitab suci Yahudi dan Kristen.

B. Al Qur'an memperjelas ajaran yang terdapat didalam kitab suci Yahudi dan Kristen.

C. Muhammad diramalkan dalam kitab suci Yahudi dan Kristen.


Tulisan suci Yahudi dan Kristen adalah tulisan-tulisan para nabi dan yang terkandung dalam Alkitab. Ini termasuk Taurat, Zabur, dan Injil.


A. APAKAH AL QUR'AN MENGKONFIRMASI ALKITAB?

QS 4:47
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu.

Dalam beberapa hal Al-Qur'an mengkonfirmasi pernyataan pada Alkitab. Misalnya Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan dan bahwa Ia adalah pencipta segala sesuatu dan bahwa ada hari ketika Tuhan akan menghakimi seluruh umat manusia. Al Qur'an juga mengajarkan ide-ide dan menegaskan pernyatan yang ada pada Alkitab. Namun di banyak poin penting lainnya Al Qur'an bertentangan dengan ajaran Alkitab dan tidak mengkonfirmasi sama sekali. Berikut adalah contoh singkat:



1. Berperang atas Nama Tuhan

Dalam Injil Yesus sangat jelas mengajarkan bahwa orang Kristen tidak diminta untuk memperjuangkan agama mereka. Rasul-Nya juga mengajarkan hal yang sama:

Matius 5
(39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Matius 26
(52) Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.

Efesus 6
(12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Namun dalam Al Qur'an dikatakan bahwa Injil pun membenarkan untuk berjuang membela Allah [Agama].

Qs 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Apa yang Al-Qur'an katakan tentang Injil adalah salah. Injil dengan jelas melarang berjuang untuk membela agama dengan alasan apapun. Qur'an tidak mengkonfirmasi Alkitab pada point ini.



2. Hukuman untuk Pencuri

Dalam Alkitab hukuman atas kasus pencurian adalah bahwa pencuri harus membayar properti yang telah dia curi ditambah sejumlah denda tambahan sebagai kompensasi akibat perbuatannya (Imamat 6:1-5, Keluaran 22:3-4). Jika pencuri tidak dapat membayar kembali maka ia terpaksa harus bekerja untuk melunasi semua hutangnya (Keluaran 22:1). dan Panjang maksimal saat itu ia harus bekerja adalah enam tahun, baru ia akan dilepaskan (Ulangan 15:12-14). Kejahatan dalam bentuk properti tidak dikenakan hukuman fisik namun dikenakan sejumlah sanksi, denda tambahan dan pengabdian selama beberapa tahun
Dalam Al Qur'an bentuk hukuman atas pencuri adalah dengan memotong tangan si pelaku:

Qs 5:38
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah
Jenis hukuman yang diberikan Alquran adalah bentuk hukuman fisik permanen seumur hidup untuk kejahatan properti. Pengajaran Al-Qur'an sama sekali tidak menegaskan ajaran Alkitab.



3. Menikah kembali dengan perempuan yang sudah diceraikannya

Dalam Taurat, Tuhan memerintahkan Musa bahwa pria tidak dapat menikahi lagi istrinya jika istrinya meninggalkan dia setelah dia menikah dengan pria lain. Bahkan Tuhan mengatakan itu adalah kekejian bagi melakukan hal seperti itu.

Ulangan 24
(1) Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, (2) dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, (3) dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati, (4) maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
Namun, Al Qur'an memungkinkan seorang pria untuk menikahi lagi istrinya setelah si wanita meninggalkan dia ketika dia telah menikah dengan pria lain:

Qs 2:230
Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
Qur'an samasekali tidak mengkonfirmasi Alkitab.



4. Kematian Yesus

Dalam Alkitab Yesus dengan jelas mengajarkan bahwa Ia akan mati dan dibangkitkan dari antara orang mati:

Matius 16
(21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Yesus juga menyatakan bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah apa yang sudah dinubuatkan oleh para nabi:

Lukas 24
(45) Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (46) Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (47) dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.


Yesus juga menjelaskan arti kematiannya:

Matius 26
(26) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, (27) dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Namun, ketika Al-Qur'an mengajarkan tentang kematian Yesus di kayu salib ia mengatakan bahwa Ia tidak pernah benar-benar mati!

Qs 4:157-158
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Yesus mengajarkan bahwa kematianNya di atas kayu salib adalah untuk membayar dosa-dosa kita dan ini adalah bagian dari karya Keselamatan yang Tuhan berikan atas manusia dan Ia benar-benar akan datang kedalam dunia untuk melakukan semua yang pernah diucapkanNya. Namun Alquran menyatakan bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salibi. Dengan demikian Qur'an tidak mengkonfirmasi Alkitab pada saat ini yang paling penting.


5. Mengenai Kisah Nuh

Al-Qur'an juga menceritakan kisah Alkitab secara salah. Berikut ini adalah dua contoh singkat. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa semua putra Nuh masuk ke dalam bahtera bersamanya.

Kejadian 6
(9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (10) Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.

Kejadian 7
(1) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. (7) Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.

Namun menurut Alquran satu Putera Nuh tidak ikut bersama-sama dengannya kedalam Bahterah

Qs 11:42-43
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
  Dengan demikian kisah Nuh dalam Al Qur'an tidak menegaskan ajaran Alkitab.


6. TULAH ATAS MESIR

Alkitab mencatat secara detail wabah yang TUHAN berikan atas Mesir. Ini dapat ditemukan di dalam Keluaran 7-11. Ringkasan dari malapetaka adalah sebagai berikut:

    Air berubah menjadi darah. Keluaran 7:14-24
    Katak 8:1-15
    Agas 8:16-19
    Lalat 8:20-32
    Kematian ternak. 9:1-7
    Bisul 9:8-12
   Barah 9:13-35
    Belalang 10:1-20
    Kegelapan 10:21-29
    Kematian Anak Sulung 11:1-10

Namun dalam Al Quran kita diberitahu bahwa salah satu malapetaka adalah banjir.

Qs 7:133
Maka Kami kirimkan kepada mereka Banjir, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa [Arberry]

Ini salah besar; banjir bukan salah satu dari malapetaka yang Tuhan berikan atas Mesir. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Qur'an tidak mengkonfirmasi Alkitab.

Kesimpulan: Al-Qur'an mengklaim dirinya mengkonfirmasi ajaran yang ada didalam Alkitab. Namun, ketika ajarannya dibandingkan dengan yang ada pada Alkitab terlihat jelas bahwa Qur'an tidak mengkonfirmasi Alkitab sama sekali pada titik-titik mayor dan minor. Quran mengklaim bahwa dirinya mengkonfirmasi pengajaran Alkitab tetapi kenyataannya tidak karna Quran tidak benar-benar datang dari Tuhan dan Muhamad bukanlah seorang nabi yang benar.



BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar