Minggu, 05 Agustus 2012

Ahli Sihir Firaun- Penolak Iman ataukah seorang Muslim

QS AL A'RAAF
[7:120] Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud
[7:121] Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
[7:122] "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
[7:123] Firaun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);
[7:124] demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."
[7:125] Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali.
[7:126] Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".


Menurut Narasi diatas para penyihir Mesir telah menjadi orang percaya, mereka mengaku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun. Mereka bahkan disebut Muslim dalam ayat 126.

Namun hal ini tidak cukup bahkan berubah secara seketika saat kita melihat narasi selanjutnya

QS YUNUS
[10:83] Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.
[10:84] Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri."
[10:85] Lalu mereka berkata: "Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang lalim,
[10:86] dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir."
[10:87]  Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat salat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".


Dari surah Al A'Raaf kita menemukan ada diantara orang Mesir [Ahli sihir] yang menjadi percaya kepada Tuhannya Musa dan Harun BERTENTANGAN dengan pernyataan dalam Surah Yunus, yang menyatakan tidak satupun orang yang menjadi percaya selain daripada kaum Musa sendiri.

Karena kontradiksi ini beberapa Komentator Muslim berusaha menjelaskannya bahwa Al-Qur'an menunjukkan kata "nya" dalam "KAUMNYA" tidak merujuk kepada rakyatnya Musa bani Israel melainkan mengacu kepada Firaun, dan "rakyatnya" yang adalah Mesir.

pertama orang Mesir BUKAN kaumnya Musa,

selain itu hal ini akan terdengar sangat konyol, bila makna Kaum-nya diartikan sebagai "sebagian orang Mesir" yang akhirnya menjadi percaya kepada Tuhannya Musa, berarti pada ayat 84, Musa berkata kepada orang Mesir dan mengambil rumah bagi kaumnya [orang Mesir] dari tangan orang mesir lainnya [ayat 87]- ini artinya tidak ada seorangpun dari bani Israel yang percaya kepada Musa- meskipun pada kenyataannya semua orang Israel-lah yang mengikuti Musa pergi dari Mesir untuk menuju perjalanan berbahaya dan masa depan yang tidak pasti untuk mencapai tanah yang dijanjikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar