Minggu, 05 Agustus 2012

Bagaimana Muhamad memperlakukan Isteri-isterinya

Banyak Muslim beranggapan bahwa Rasullulah adalah sosok idaman semua wanita, dan suami-suami mereka harus belajar banyak dari teladan yang sudah diberikan Nabi, namun benarkah demikian? sungguhkan Muhamad begitu menghargai wanita terkhusus istrinya sendiri...

Mari disaksikan apa yang Muhamad katakan terhadap isteri-nya sendiri

1. Istri Muhamad hanya objek seks sang Nabi
Qs Al Baqarah [2]: 223 Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

2. Istri-nya sering dihargai dengan sejumlah uang/Mahar

Qs Al Baqarah [2]: 236 Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut-ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.

3. Istrinya harus mengenakan Jilbab untuk menutupi seluruh tubuhnya yang sangat menyusahkan pegerakan dan kebebasan wanita

Qs Al Ahzab: 59 Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

4. Isterinya tidak boleh bertatap muka secara langsung dengan orang lain, melainkan harus berbicara di belakang tabir,

Qs Al Ahzab [33]: 53 Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

5. Isterinya boleh dipukul bahkan dikurung bila suami hanya sebatas curiga akan kesetiannya atau bahkan tidak melakukan semua kehendak sang suami, sampai mereka taat kembali

QS 4 : 34 Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya

6. Isterinya boleh diduakan dengan budak-budak lainnya

Qs Al Ahzab [33]: 52 Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.

7. Muhamad bebas tidak melakukan janji kepada isterinya dan boleh mencari wanita lain yang diinginkannya

Qs At Tahriim
[1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. [5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

8. Muhamad boleh mencari Isteri seberapapun banyaknya sesuai dengan keinginan hatinya
  Qs An Nissa [4]: 3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

9. Bila isteri diceraikan, maka ada masa tengat waktu bagi istrinya untuk tetap menyendiri, kalau Muhamad begitu bercerai maka besoknya boleh mengawini wanita lain yang disukainya

Qs Ath Thaalaaq: 1 Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu

10. Bahkan sepeninggal Muhamad, istrinya difatwakan tidak boleh dinikahi orang lain, konon oleh karna perkataan Hadist kalau Isteri akan dinikahkan dengan suaminya yang pertama didunia untuk dikekalan nantinya, jadi dugaan terkuat adalah agar Muhamad dapat memiliki akses kepada semua isterinya didunia ditambah dengan sejumlah bidadari lain yang akan diberikan Alloh swt

Qs Al Ahzab [33]: 53 Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

11. Muhamad tidak akan segan untuk menceraikan istrinya bila tidak menguntungkan

Anak perempuan dari Al Jahal ini dinikahi oleh Muhamad hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bukhari vol.7 buku 63 no.181 hal.131,132 Dilain hal, al-Tabari vol.10 hal.190 mengatakan bahwa Al-Nu’man al-Jahal menawarkan anak perempuannya pada Muhamad, tetapi Muhamad menolaknya. Mungkin “menolak” berarti Muhamad menceraikannya sebelum ia tidur dengannya. Mohammad menikahi Asma binti al-Nu’man bin al-Aswad bin Sharhil. Namun, ia menderita penyakit kusta, lalu Muhamad memberikan ia uang dan menceraikannya. al-Tabari vol.9 hal.137.


Demikianlah bentuk perlakuan Hormat Muhamad terhadap isteri-isterinya sendiri.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar