Kamis, 14 Maret 2013

ALQURAN MEMBENARKAN KEBENARAN ATAU MEMBENARKAN KEPALSUAN....?

QS 5:48
wa-anzalnaa ilayka lkitaaba bilhaqqi mushaddiqan limaa bayna yadayhi mina lkitaabi wamuhayminan 'alayhi fahkum baynahum bimaa anzalallaahu walaa tattabi'ahwaa-ahum 'ammaajaa-aka mina lhaqqi likullin ja'alnaa minkum syir'atan waminhaajan walaw syaa-allaahu laja'alakum ummatan waahidatan walaakin liyabluwakum fiimaa aataakum fastabiquu lkhayraati ilaallaahi marji'ukum jamii'an fayunabbi-ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Ada dua permasalahan yang hendak diangkat dalam memahami QS 5:48 di atas:

(1) Pernyataan Allah Islam bahwa, "Al'Quran membenarkan apa yang sebelumnya"
(2) Pernyataan setelah itu, bahwa "Al'Quran sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu"

ANALISIS TERJEMAHAN

(1) Pernyataan Allah Islam bahwa, "Al'Quran membenarkan apa yang sebelumnya"

Kata Arab yang digunakan untuk kata terjemahan "MEMBENARKAN" adalah kata "MUSADDIQAN". Secara literal, kata "musaddiqan" berasal dari akar kata: ṣād dāl qāf. Bila Anda teliti, maka ketika Anda bertemu dengan ayat lain yang berbicara tentang kata dasar "sad dal qaf", maka Anda akan bertemu dengan kata: ṣid'q (صِدْق), yang artinya KEBENARAN. Untuk lebih jelas mengenai hal ini, Anda boleh melihatnya sendiri di sini: http://corpus.quran.com/qurandictionary.jsp?q=Sdq#(5:48:5)

Contoh:

Disaat Jibril mendatangi Zakhariyah untuk membenarkan Kalimat yang hendak disampaikannya, Apakah Jibril sedang membenarkan sebuah Kepalsuan/meluruskan kepalsuan disini...?


[3:39] Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan [MUSHADDIQAN]kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".




RESPON: sama sekali tidak, Jibril justru meneguhkan/menguatkan wahyu yang disampaikannya kepada Zakhariya.

2. [61:6] Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan [MUSHADDIQAN] kitab sebelumku, yaitu Taurat.

RESPON: Kalau Kata “MEMBENARKAN” diatas diartikan dengan kata “Meluruskan (Kesalahan)” Taurat, maka artinya Taurat sudah mengalami pemalsuan sebelum Isa Almasih diutus, kalau benar demikian lantas mengapa Muhamad DILARANG mencampuri urusan Ahli Kitab dengan membawakan Alquran dan bukannya malah bilang Ahli Kitab sudah memiliki Hukum Allah didalam Taurat….?

QS 5:43 Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.

Jadi intinya, ketika Alquran mengatakan membenarkan kitab-kitab sebelumnya, maka Alquran sedang membenarkan sebuah Kebenaran, bukan sebuah kepalsuan. Bukan pula seperti Muslim yang modal klaim yang mengira bahwa kata "membenarkan itu artinya meluruskan", tidak, melainkan MEMBENARKAN SEBUAH KEBENARAN.

(2) Pernyataan bahwa "Al'Quran sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu"

Nah ini lah yang sangat bias terjemahan Indonesianya.
Mari kita lihat ini:

wa-anzalnā (Dan Kami telah turunkan) ilayka (kepadamu) l-kitāba (Al Qur'an) bil-ḥaqi (dengan membawa kebenaran) muṣaddiqan (membenarkan - dalam teks terjemahan Inggris: confirming, verifying) limā (apa) bayna yadayhi mina l-kitābi (yang sebelumnya - dalam teks terjemahan Inggris: confirming the scripture that came before it; verifying what is before it of the Book) wamuhayminan ʿalayhi (ini yang diterjemahkan sebagai "batu ujian", padahal arti harafiahnya tidak seperti itu, melainkan: sebagai penjaga yang menjaga KEBENARAN ITU).

Dalam teks terjemahan Inggris, mari kita simak kalimat apa yang digunakan untuk menerjemahkan kata "wamuhayminan ʿalayhi"

Yusuf Ali: "and guarding it in safety:"
Shakir: and a guardian over it,
Pichtal: and a watcher over it.
Khan: and Muhaymin (trustworthy in highness and a witness) over it (old Scriptures) .

Terjemahan bahasa Malay, akan sangat menggambarkan:

Dan Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) dengan membawa kebenaran, untuk mengesahkan benarnya Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan sebelumnya dan untuk memelihara serta mengawasinya.



3. Adapula muslim yang menyatakan, Kata “MEMBENARKAN” pada Qs 5: 48 itu artinya adalah "Kami mengimani kalau Allah pernah menurunkan Injil dan Taurat yang asli, namun sekarang kamu tidak perlu lagi memercayai kitab Injil dan Taurat yang beredar saat ini dengan alas an kitab tsb sudah tidak asli lagi/tercemar"

Kalau kalimat “MEMBENARKAN” dipahami seperti demikian maka parameter yang sama harus dilakukan juga terhadap sejumlah ayat-ayat Alquran lainnya, diantaranya:

[6:146] Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku517 dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar [LASHAADIQUUNA].

RESPON: Muslim mengimani bahwa Allah pernah menjadi “Yang Maha Benar”, tidak ada kebohongan didalam dirinya, namun sekarang tidak lagi karna dia pernah merekayasakan kepalsuan (silahkan baca Rekayasa dan tipuan yang Allah lakukan terhadap manusia pada Qs 3:54 dan Qs 8:30)


[59:8] (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah1467 yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar [ALSHSHAADIQUUNA].

RESPON: Muslim percaya bahwa orang Yang berjihad MENOLONG Allah dan Rasulnya adalah orang-orang benar, namun sekarang tidak lagi karna banyak orang berjihad dengan maksud menebarkan terror…..?
[9:119] Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

RESPON: Muslim percaya kalau dahulu orang yang bertakwa kepada Allah adalah orang-orang benar, namun sekarang tidak lagi karna banyak orang-orang bertakwa justru orang yang berbuat kejahatan terhadap kemanusiaan….

Kalau kalimat “MEMBENARKAN” dipahami secara demikian seharusnya ada ayat Jelas dalam Alquran yang menyatakan “JANGAN IKUTI INJIL DAN TAURAT karna SUDAH TIDAK ADA KEBENARAN KITAB TERSEBUT”, “ORANG YANG MELAKUKAN AJARAN DALAM INJIL DAN TAURAT ADALAH ORANG YANG SESAT DAN AKAN DIHUKUM”….




Faktanya: Allah sama sekali tidak pernah menginstruksikan seperti demikian kepada semua pengiman Injil dan Taurat (didalam Quran).

[5:44] “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah




Diberikan Berkat yang luar biasa bila Ahli Kitab melakukan ajaran yang terdapat didalam Injil dan Taurat
Qs 5:66
“Dan sekiranya mereka (kaum Ahli Kitab) sunguh-sungguh menjalankan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.”



-------

Selanjutnya mari kita analisa secara logika saja dengan membandingkannya dengan keterangan Alquran di ayat yang lainnya:

QS 6:34
walaqad kudzdzibat rusulun min qablika fashabaruu 'alaa maa kudzdzibuu wauudzuu hattaa ataahum nashrunaa walaa mubaddila likalimaatillaahi walaqad jaa-aka min naba-i lmursaliin

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

FAKTA:
1. " ... TAK ADA seorangpun YANG DAPAT MEROBAH kalimat-kalimat Allah (QS 6:34
)."

Wahyu diatas secara tidak langsung seharusnya berlaku bagi Kitab-Kitab lainnya, karna Kitab selain Quran juga adalah Kalimat-Kalimat Allah (yaitu Injil dan Taurat).

Kalau Injil dan Taurat selaku Kalimat Allah yang dapat dirubah oleh manusia, maka tidak ada alas an lain bagi muslim untuk mulai memercayai kalau Alquran pun tidak mustahil dirubah manusia, dan Allah gagal lagi menjaga KalimatNya sendiri


2. " ... telah datang kepadamu SEBAGIAN (bukan seluruhnya) dari berita rasul-rasul itu."
(ah ternyata Alquran itu cuma sebagian dari berita rasul rasul sebelumnya, tidak seluruhnya. Terus yang tidak tertulis dalam Alquran yang juga menjadi berita rasul rasul itu apa ya?)

2 komentar:

  1. ya jelas alquran membenarkan kitab sebelumnya. membenarkan/meneguhkan kitab-kitab sebelumnya.
    permasalahannya bukan pada kata membenarkan, tapi pada kata "kitab-kitab sebelumnya", yaitu kitab-kitab yang tidak perlu direvisi, diubah, direvisi, diubah dan direvisi lagi dan lagi.

    BalasHapus
  2. Contoh Al Quran membenarkan kitab sebelumnya, gampangnya begini. Taurat mengharamkan babi dan mewajbkan sunat/khitan . Tetapi ada orang-orang kemudian yg menghalalkan babi dan boleh tidak bersunat dg mengubah isi Taurat. Mereka juga mendustakan beberapa Rasul/Nabi utusan Allah. Kemudian Al Quran membongkar kebohongan org2 yg mengubah isi Taurat tersebut dan membenarkan isi Taurat sebenarnya yg mengharamkan babi dan mewajibkan sunat, serta membenarkan Rasul/Nabi, yg org2 kafir dustakan. Jadi Al Quran bukannya membenarkan ayat2 yg sdh diubah pendusta. Maka sia-sialah usaha org kafir yg mengubah ayat-ayat Allah dikitab suci terdahulu sbb akan dibongkar kebohongannya oleh Allah melalui Al Quran. Itulah makna bahwa tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.
    “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (An-Nahl: 44)
    Al Quran merupakan kitab terakhir untuk membentengi kemurnian ayat-ayat firman Allah. Tidak ada yg akan bisa mengubahnya, sesuai dengan janji Allah dalam Al Quran Surah Al-Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
    Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan memeliharanya dari penambahan, pengurangan, maupun pengubahan (Asy-Syinqithi , 2/225). Hal ini bisa bisa dimengerti jika dilihat dari kenyataan bahwa jutaan umat Islam dipenjuru dunia yg hapal Al Quran. Allah telah menyimpan Al Quran di hati Nabi Muhammad SAW dan kemudian dihati umatnya. Seandainya semua mushaf atau lembaran Al Quran di dunia ini dibakar, maka Al Quran tidak akan musnah, sbb Al Quran masih ada dihati para penghapal Al Quran. Mereka akan dapat menuliskannya kembali.

    BalasHapus