Kamis, 06 September 2012

Si Mamad Juara Adil Terhadap Istri?





Si Om Muhammad,
Juara Keadilan Terhdp Isteri


Muslim senang sekali membohongi diri mereka dgn cerita tentang muhammad yg bersikap adil kpd istri-istrinya. Hal ini tentu saja adalah omong kosong yg luar biasa besarnya. Muhammad bersikap pilih kasih sedemikan parah sampai-sampai para istrinya "merapatkan barisan" menjadi kelompok-kelompok yg saling bersaing. Tentu saja persaingan tersebut bukan mengenai siapa yg akan mendapatkan jatah tidur dgn si om muhammad tetapi mengenai siapakah yg akan mendapatkan bingkisan yg biasa diberikan para pengikut kpd muhammad. Karena para pengikut tahu bahwa istri favorit/kesayangan muhammad adalah si kecil aisha, mereka biasa mengirimkan bingkisan kpd muhammad pada waktu muhammad sedang berada di rumah aisha. Hal ini menyebabkan istri-istrinya yg lain menjadi kesal sehingga mengeluh. Reaksi muhammad adalah: aku menerima wahyu waktu sedang dibawah selimut dgn aisha dan sebaiknya kalian tutup mulut kalian. Hal ini menjelaskan sebagian dari berantakannya quran. Sekarang kita tahu apa yg sedang muhammad lakukan pada waktu menerima wahyunya. Berikut adalah hadist sahih seperti yg dilaporkan bukhari.

Volume 3, buku 47, nomor 755:
dikisahkah oleh 'Urwa dari 'Aisha:
Istri-istri rasul allah ada dalam dua kelompok. Kelompok yg satu terdiri dari 'Aisha, Hafsa, Safiyya dan Sauda; dan kelompok yg lainnya terdiri dari Um Salama dan istri-istri lainnya dari rasul allah. Para muslim tahu bahwa rasul allah mencintai 'Aisha, sehingga jika ada dari mereka mempunyai sebuah bingkisan dan ingin memberikannya kpd rasul allah, ia akan menundanya sampai rasul allah datang ke rumah 'Aisha dan kemudian ia akan mengirimkan hadiahnya kpd rasul allah di rumah 'Aisha.

Kelompok dari Um Salama membahas hal ini bersama-sama dan memutuskan bahwa Um Salama sebaiknya meminta rasulullah memberitahu orang-orang untuk mengirimkan bingkisan mereka kepadanya ke rumah istri manapun yg sedang ia kunjungi. Um Salama memberitahu rasulallah apa yg telah mereka katakan, tapi dia tidak menanggapinya. Kemudian mereka (istri-istri tsb) bertanya kpd Um Salama mengenai hal tsb. Um Salama berkata, "Dia tidak berkata apapun kpd ku."
Mereka meminta Um Salama untuk berbicara kpdnya lagi. Um Salama berbicara kpdnya (muhammad) lagi pada waktu bertemu dgnnya pada harinya (hari Um Salama), tapi dia (muhammad) tidak memberi tanggapan. Waktu mereka (istri-istri) bertanya, ia (Um Salama) menjawab bahwa ia (muhammad) tidak memberi tanggapan. Mereka berkata kpdnya, "Bicara kpdnya sampai dia memberimu tanggapan." Waktu sampai gilirannya (hari Um Salama), ia berbicara kpdnya lagi. Kemudian dia (muhammad) berkata kpdnya, "Jgn sakiti aku mengenai 'Aisha, berhubung wahyu ilahi tidak datang kpdku di ranjang manapun kecuali ranjang 'Aisha."

Terhadap itu Um Salama berkata, "Aku bertobat kpd allah krn telah menyakitimu." Kemudian kelompok Um Salama memanggil Fatima, anak perempuan rasul allah dan mengutusnya kpd rasul allah untuk berkata kpdnya, "Istri-istrimu meminta untuk memperlakukan mereka dan anak perempuan Abu Bakr dgn perlakuan yg sama." Kemudian Fatima menyampaikan pesan tersebut kpdnya. Sang rasul berkata, "Oh putriku! Tidak tahukah engkau siapa yg kucintai?" Fatima mengiyakan dan kembali lalu memberitahu mereka tentang situasi tersebut.

Mereka memintanya untuk pergi kpdnya (muhammad) lagi tapi ia menolak. Mereka kemudian mengutus Zainab binti Jahsh yg kemudian pergi menemuinya dan menggunakan kata-kata keras berkata, "Istri-istrimu memintamu untuk memperlakukan mereka dan putri dari Ibn Abu Quhafa dgn perlakuan yg sama." Dalam hal itu ia (Zainab) meninggikan suaranya dan mencaci-maki 'Aisha dimukanya sedemikian rupa sehingga rasul allah memandang 'Aisha untuk melihat apakah ia akan membalas. 'Aisha mulai menanggapi Zainab sampai ia membungkamnya. Sang rasul kemudian memandang 'Aisha dan berkata, "Ia betul-betul putri dari Abu Bakr."

Jika muslim dapat merasakan rasa malu, mereka akan bersembunyi dalam celah-celah bumi daripada menunjukkan muka mereka kpd dunia ini. Hanyalah orang bodoh yg akan berpikir bahwa manusia cabul ini adalah seorang nabi.
* Penulis: Ali Sina, Jumat 22 Desember 2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar