Kamis, 13 September 2012

QURAN HISTORICAL ERRORNESS SERIES: Maryam Saudara Perempuan Harun ???


Oleh Ap Christo


Penyebutan Maryam sebagai saudara perempuan Harun merupakan salah satu masalah terbesar dalam Alquran. Dalam surah Maryam 19:28 disebutkan Maryam ibu Yesus dipanggil oleh orang Yahudi dengan sebutan “saudara perempuan Harun”. Ini kebetulan sama dengan Miryam yang hidup pada zaman nabi Musa yang juga dipanggil sebagai saudara perempuan Harun. Sebagai catatan dalam Perjanjian Lama (bahasa Ibrani) diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “Miryam” dan di Perjanjian Baru (bahasa Yunani) menjadi “Maria”. Dalam Alquran (bahasa Arab) kedua kata ini menjadi satu kata “Maryam”.
.
Sebagaimana diketahui Maryam ibu Yesus hidup pada abad pertama dan Maryam saudara perempuan Harun hidup jauh pada masa sebelumnya. Menurut kajian Alkitab & Arkeologi bisa dipastikan perbedaan masa hidup antara kedua Maryam itu lebih dari 1000 tahun “..Modern knowledge of ancient Egypt yields a rich background for the early life of Moses in Egypt. The pharaohs of the New Kingdom period (c. 1550-1070 bc)…”. The New Bible Dictionary. Ini berarti sebuah anakronisme atau kekeliruan penempatan objek tertentu dalam kronologi sejarah, sehingga otentitas Alquran & kenabian Muhammad dipertanyakan.

Para apologis muslim berusaha keras menjawab permasalahan ini dengan berbagai macam argumentasi. Salah satu yang cukup lengkap disusun oleh seorang netter muslim Id Amorhttp://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/menjawab-soal-maryam-saudara-harun.html dan dikembangkan lagi http://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/menjawab-soal-maryam-saudara-harun-2.html. Netter ini memberikan bantahan berintikan pada makna frase "saudara perempuan Harun" yang menurutnya harus diartikan secara metafora. Berbagai point diajukan untuk mendukung konsep ini termasuk mencari pembenaran dari Alkitab.

Tulisan ini (4 posting) menjawab berbagai bantahan yang diajukan  Id Amor termasuk argumentasi dari muslim lainnya. Sebagai referensi utama digunakan berbagai sumber primer Islam seperti Alquran, Hadist, Sirah Nabi & kitab Tafsir  dan sebagai perbandingan dari sumber kekristenan & Yahudi seperti Alkitab, Injil Apokrif, Dead Sea Scroll, tulisan bapa-bapa gereja, tulisan sejarawan Yahudi dan dokumen kuno lainnya. Sebagai tambahan juga dikutip berberbagai pendapat dari para ahli melalui buku-buku teks Islamologi & perbandingan agama. Sehingga diharapkan kajian terhadap bantahan-bantahan Muslim sesuai dengan standard penulisan akademis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

I. KEMIRIPAN GANDA
Pertama-tama mari kita lihat ayat referensi utama mengenai masalah ini. QS Maryam 19:27-28. …Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina". Secara kebetulan terdapat kemiripan dengan salah satu ayat  Alkitab. Kel 15:20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun….

Mayoritas apologis muslim mengakui Harun yang dimaksud dalam ayat Alquran itu adalah Harun saudara Musa dan Maryam jelas merujuk pada Maryam ibu Yesus (Isa). Jika kalimat "saudara perempuan" diartikan secara literal maka itu berarti sebuah kesalahan fatal. Untuk itu para apologis muslim menyatakan bahwa kalimat "saudara perempuan" harus diartikan secara metafora/kiasan. Kita akan membahas argumentasi “metafora” ini pada bagian berikut, saat ini kita akan survey dulu kemiripan ayat-ayat dalam Alquran.

Pada ayat Alquran lainnya disebutkan ayah Maryam adalah Imran atau Maryam binti Imran. QS Ali Imran 36Maka tatkala ISTERI 'IMRAN melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan.. Sesungguhnya aku telah menamai dia MARYAM ...".  QS At Tahrim 12. dan (ingatlah) MARYAM BINTI IMRAN yang memelihara kehormatannya… Keterangan  ini  mirip dengan ayat Alkitab yang menyatakan salah satu anak Amram (Imran) adalah Miryam. Bil 26:59  Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed,.. dan bagi AMRAM perempuan itu melahirkan HARUN dan MUSA dan MIRYAM, saudara mereka yang perempuan.

Mengenai hal ini, para apologis muslim berkilah bahwa Imran & Maryam dalam ayat Alquran itu adalah orang yang berbeda dengan Imran pada masa Musa. Untuk memperkuat konsep ini mereka memberi contoh mengenai penyebutan Yakub & Yusuf yang ada pada dua zaman yang berbeda. Kej 37:2  Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun—. Mat 1:16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria.... Demikian juga Imran & Maryam yang hidup pada dua zaman berbeda hanyalah sebuah kebetulan saja menurut mereka.

Memang terlihat argumentasi mereka cukup masuk akal, tetapi masalahnya terdapat kemiripan ganda. Selain Maryam disebut sebagai saudara perempuan Harun juga Maryam disebut sebagai anak Imran. Contoh penyebutan Yusuf & Yakub yang hidup di dua zaman yang berbeda hanya cocok menjawab jika hanya satu kemiripan (Maryam & Imran). Namun ada kemiripan lain yaitu “saudara perempuan Harun” sehingga kombinasi dua kemiripan ini sulit dikatakan hanya sekedar sebuah kebetulan. Apakah dalam contoh penyebutan Yakub & Yusuf ada keterangan misalnya menyebutkan “Dina, hai saudara perempuan Yusuf”? Jika ada maka bantahan muslim akan cukup kuat. Namun bisa dikatakan hampir mustahil ada kebetulan ganda seperti itu. Satu-satunya penjelasan logis, Maryam dan Imran yang dimaksud dalam Alquran adalah orang-orang yang sama yang hidup pada masa Musa. Ini berarti terjadi kesalahan sejarah yang fatal. Kesimpulan awal ini sebenarnya sudah cukup sulit dibantah, namun kita masih akan menelusuri informasi tambahan lainnya.

Sebagaimana telah diketahui Alkitab menyebutkan Amran (Imran) memiliki tiga orang anak yaitu Harun, Musa dan Maryam serta ibu Yesus disebutkan bernama Maria. Informasi ini telah diketahui oleh Muhammad seperti yang ditunjukan Alquran, Hadist & Sirah Nabi. Hal inilah yang melatarbelakangi kesalahan identifikasi Maryam dalam Alquran.

Pertama, Harun disebut sebagai saudara Musa. QS Thaahaa 25-30Berkata MUSA: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,...(yaitu) HARUN, SAUDARAKU.

Kedua, Musa disebut memiliki seorang saudara perempuan. QS Al Qashash 11Dan berkatalah ibu Musa kepada SAUDARA MUSA YANG PEREMPUAN: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya”.

Ketiga, dalam Hadist & Sirah Nabi disebut Musa & Harun adalah anak Imran. HS Muslim :: Book 1 : Hadith 317. Abu al-'Aliya reported: Ibn Abbas, the son of your Prophet's uncle, told us that the Messenger of Allah (may peace be upon him) had observed: On the night of my night journey I passed by MOSES B. 'IMRAN (peace be upon him), a man light brown in complexion, tall..”. Sirat Rasoul Allah by Ibn Ishaqwhen I asked Gabriel, he said, "This is the beloved of his nation, AARON SON OF IMRAN." And he raised me to the sixth heaven, where there was a dark man with a long nose. I asked, "Who is this, o Gabriel?" and he replied, "This is thy brother MOSES, SON OF IMRAN."

Ketiga informasi ini cocok dengan keterangan dalam Alkitab dan sinkron dengan dua informasi utama sebelumnya yaitu Maryam saudara perempuan Harun dan Maryam adalah anak Imran. Dari kombinasi data ini jelaslah Muhammad memahami Maryam ibu Yesus adalah Maryam saudara perempuan Harun/Musa dan sebagai anak Imran bersama Harun & Musa. Bantahan muslim hanya berbasis pada masing-masing “kemiripan” secara terpisah dan gagal jika diperhadapkan pada kemiripan ganda.


II.  METAFORA ATAU LITERAL ?                                                                
Ada beberapa kemungkinan pengertian dari frase “saudara perempuan  Harun”. Pertama, Harun yang dimaksud adalah Harun saudara nabi Musa dan Maryam diartikan secara literal sebagai saudara kandung Maryam. Kedua, Harun yang dimaksud bukanlah Harun saudara Musa melainkan seseorang yang bernama Harun yang hidup pada masa Maryam ibu Yesus. Dan ketiga, Harun yang dimaksud adalah saudara Musa dan hubungan Maryam dan Harun diartikan secara metafora.

Dari tiga kemungkinan ini, kemungkinan kedua dapat dieliminir & hanya didukung minoritas penafsir muslim. Buya Hamka salah seorang penafsir muslim terkenal mencoba memberi argumentasi untuk kemungkinan kedua  seperti dikutip Id Amor.  “…Menurut penafsiran daripada Qatadah di zaman itu ada seorang Abid dan Shalih, yang telah mengurbankan segenap hidupnya untuk beribadat kepada Allah dan berkhidmat di dalam mesjid tempat sembahyang; namanya Harun. Maka oleh karena Maryam pun dari kecilnya telah diberikan ibunya kepada mesjid untuk berkhidmat, sehingga samalah keadaannya dengan Abid yang bernama Harun itu, maka orang pun terbiasalah menyebut Manyam dengan "Saudara dari Harun”.

Namun argumentasi ini lemah karena tidak adanya dukungan data sejarah terhadap kisah ini. Selain itu alasan utama menolaknya justru dari pernyataan Muhammad & juga Aisha istri Muhamad. Dalam satu hadist disebutkan Muhammad menjawab pertanyaan masalah “saudara perempuan Harun”, dari jawabannya jelas mengindikasikan Harun yang dimaksud adalah Harun saudara Musa, karena Harun dianggap salah satu nabi & orang saleh sehingga menjadi alasan menyebut Maryam sebagai saudara perempuan Harun. HS Muslim :: Book 25 : Hadith 5326Mughira b. Shu'ba reported: When I came to Najran, they (the Christians of Najran) asked me: You read" O sister of Harun" (i. e. Hadrat Maryam) in the Qur'an, whereas Moses was born much before Jesus. When I came back to Allah's Messenger (may peace be upon him) I asked him about that, whereupon he said: The (people of the old age) used to give names (to their persons) after the names of Apostles and pious persons who had gone before them.

Demikian pula Aisha mengganggap Harun yang dimaksud adalah Harun saudara Musa melalui bantahannya terhadap pernyataan Ka’b bahwa Harun yang dimaksud bukanlah saudara Musa. Tafsir Ibn Kathir terhadap Surah 19:28. “…It was narrated from Ibn Jarir, narrated from Yaqub, narrated from Ibn U’laya, narrated from Sa’id Ibn Abi Sadaqa, narrated from Muhammad Ibn Sireen who stated that he was told that Ka’b said the verse that reads, "O sister of Harun (Aaron)!" (of Sura 19:28) does not refer to Aaron the brother of Moses. Aisha replied to Ka’b, "you have lied." Ka’b responded, "O Mother of the believers! If the prophet, may Allah’s prayers be upon him, has said it, and he is more knowledgeable, then this is what he related. Besides, I find the difference in time between them (Jesus and Moses) to be 600 years." He said that she remained silent”.

Jadi jelaslah kemungkinan kedua tertolak berdasarkan pernyataan Muhammad & Aisha tersebut.  Adapun alternatif lain berupa  kombinasi  kemungkinan kedua & ketiga yang menganggap kalimat “saudara perempuan Harun” bermakna ganda, yaitu merujuk pada seorang Harun yang hidup pada masa Yesus dan sekaligus merujuk pada Harun saudara Musa. Namun alternatif inipun tidak tepat, karena baik Muhammad maupun Aisha tidak memberi indikasi adanya makna ganda.

Ada hal  menarik berkaitan dengan jawaban Muhammad tersebut, ternyata masalah dugaan “kesalahan sejarah” ini tidak hanya menjadi polemik di masa modern tetapi justru telah terjadi sejak masa hidup Muhammad itu sendiri. Orang-orang Kristen di Najran kemungkinan para bidat Kristen telah mengetahui siapa itu Maryam ibu Yesus dan Miryam saudara Harun & Musa. Hal inilah yang membuat mereka mempertanyakannya setelah mengetahui pernyataan dalam Alquran mengenai frase “saudara perempuan Harun”. Apalagi  yang menyebut frase itu adalah kaumnya Maryam yaitu orang-orang Israel. Jika frase itu merupakan idiom atau ungkapan yang biasa bagi mereka atau bagi orang-orang Israel tentu mereka tidak akan mempersoalkannya.

Bahkan Ka’b seorang Arab pengikut Muhammad sendiri ikut mempertanyakan hal ini kepada Aisah. Tanggapan Aisha yang mengatakan dia berbohong ditanggapi kembali Ka’b dengan menyatakan  ada perbedaan masa hidup ratusan tahun antara Musa & Yesus dan Aisah hanya diam. Ini mengherankan karena Aisah tidak mampu memberi penjelasan padahal ia sering berhubungan dengan Muhammad sebagai salah satu istri favoritnya.

Muhammad sendiri menjawab dengan mengatakan adanya kebiasan pemberian nama mengacu pada nama-nama nabi & orang saleh pada masa sebelumnya. Memang tidak ada catatan selanjutnya bagaimana orang-orang Kristen Najran menanggapi jawaban Muhammad tersebut. Namun bisa diduga mereka tidak akan puas dengan jawaban tersebut, karena jika memang ada kebiasaan seperti itu atau adanya idiom “saudara perempuan nabi X” maka tentu pertanyaan itu tidak akan muncul. Termasuk dari orang Arab pengikut Muhammad sendiri seperti Ka’b tidak akan menanyakannya kepada Aisah.

Namun agar lebih jelas dugaan ini, kita perlu memastikan apakah ada atau tidak bukti idiom seperti itu. Karena yang menyebutkannya adalah kaum Maryam atau orang-orang Israel maka kita akan menyelidikinya dalam Alkitab. Selanjutnya penyelidikan akan dikembangkan ke sumber-sumber primer lainnya termasuk sumber Islam sendiri. Jika ternyata tidak ada bukti maka ini menjadi tambahan masalah baru  yang serius, selain kesalahan fatal terhadap sejarah, Muhammad juga telah berbohong.


III. IDIOM “SAUDARA PEREMPUAN” DALAM ALKITAB                            
Mari kita lihat argumentasi muslim berkaitan dengan arti metafora terhadap frase ‘saudara perempuan”, mereka mengambil contoh beberapa ayat dalam Alkitab. Id Amor menulis “ … penyebutan "saudara harun" bukan sebuah penjelasan tentang beliau tetapi sebagai sebuah panggilan kepadanya. panggilan dari Kaumnya setelah mengetahui ia punya anak. maka apakah sebuah panggilan pasti bermakna yang sebenarnya? tidak bukan? banyak sekali kemungkinan dari makna sebuah panggilan, bisa makna sesungguhnya, bisa sebagai panggilan "alias", bisa sebagai olok-olok, bisa bermakna kiasan dan lain-lain”. Bandingkan dengan apa yang tercatat didalam alkitab, bahwa Miryam saudara harun adalah sebuah penjelasan tentang siapa Miryam!  Saya ambil contoh tentang sebuah panggilan dari yang tercatat didalam alkitab. Yohanes pembaptis memanggil kepada orang Farisi dan saduki sebagai keturunan Ular beludak.. Mat. 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak..“.

 Id Amor memberi contoh "penyebutan/panggilan" dalam pengertian metafora, seperti penyebutan yang dilakukan Yohanes Pembaptis & Yesus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi "hai kamu keturunan ular beludak". Memang benar kalimat panggilan ini bermakna metafora/kiasan, ular beludak merupakan lambang dari kelicikan & kemunafikan. Tetapi analogi ini tidak tepat, karena penyebutan "saudara perempuan Harun" dalam Alquran menyangkut status hubungan antar individu yaitu Maryam & Harun.

Penyebutan “saudara perempuan dari” sama seperti “anak dari” harus dilihat dari status hubungan antar individu. Bukan mengambil contoh yang terlalu luas seperti pengggunaan ungkapan “keturunan ular beludak” atau sama seperti “saudara dalam iman”, “anak perjanjian” dan lain-lain. Sebab kalimat “saudara perempuan Harun” dalam Alquran berkaitan dengan status hubungan antar individu yaitu antara Maryam & Harun.

Ada beberapa frase yang berkaitan dengan hubungan antar individu seperti “saudara perempuan dari” (sister of), “saudara dari” (brother of) dan “anak dari” (son of). Kita akan menyelidiki apakah frase-frase ini yang berkaitan hubungan antar individu memiliki makna metafora atau tidak.

Pertama-tama marilah kita selidiki frase “anak dari” (son of) dalam Alkitab. Umumnya frase “anak dari” bermakna literal berkaitan dengan hubungan keluarga. Berikut beberapa contoh dari banyaknya contoh penggunaan makna literalnya termasuk berupa “panggilan” seperti “hai anak Isai”..
2 Taw 1:1  Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja…
1 Taw 12:18  … Kami ini bagimu, hai Daud, dan pada pihakmu, hai anak Isai! …
Kel 6:25  Eleazar, anak Harun………
Dalam Alkitab juga ditemukan contoh-contoh penggunaan makna metafora “anak dari” untuk hubungan antar individu. Beberapa contoh diantaranya:
Mat 1:20  …Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu…
Mar 10:47  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Neh 12:47 Pada zaman Zerubabel dan Nehemia… orang-orang Lewi mempersembahkan persembahan kudus kepada anak-anak Harun.
Neh 10:38  Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan…

Jika diperhatikan penggunaan kata “anak dari” dalam pengertian metafora berkaitan dengan jalur keturunan. Yusuf & Yesus disebut anak Daud karena mereka adalah keturunan dari raja Daud. Serta mereka yang disebut anak Harun adalah mereka yang berasal dari keturunan Harun.

Berikutnya kita akan lihat penggunaan “saudara perempuan dari” atau “saudara dari” dalam kaitannya hubungan antar individu. Penggunaannya dalam makna literal berupa hubungan kekeluargaan cukup banyak, beberapa diantaranya:
Kej 25:20  ...ketika RIBKA, anak Betuel... saudara perempuan LABAN orang Aram itu...
Kej 36:22  ... dan saudara perempuan LOTAN ialah TIMNA.
Kel 15:20  Lalu MIRYAM, nabiah itu, saudara perempuan HARUN,
2 Raj 11:2  Tetapi YOSEBA, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan AHAZIA.
1 Taw 27:18  untuk suku Yehuda ialah ELIHU, salah seorang saudara DAUD...

Namun penggunaan secara metafora berkaitan dengan hubungan antar individu TIDAK DITEMUKAN di dalam Alkitab. Ini menandakan orang-orang Israel tidak mengenai idiom seperti “saudara perempuan Harun”.

Memang ada contoh dalam Alkitab penggunaan makna metafora namun bukan status hubungan antar individu. Bil 20:14  Kemudian Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom dengan pesan: "Beginilah perkataan saudaramu Israel: Engkau tahu segala kesusahan yang telah menimpa kami.
Contoh di atas berkaitan dengan hubungan antara dua bangsa yaitu Israel & Edom. Namun berbeda dengan kalimat “saudara perempuan Harun” dalam Alquran yang berkaitan dengan  hubungan antar individu Maryam & Harun.

Dari pernyataan Muhammad dalam hadist yang telah disebut sebelumnya mengindikasikan adanya IDIOM seperti itu di kalangan orang-orang Israel. Namun dari hasil penelusuran data  Alkitab,  TIDAK DITEMUKAN penggunaan IDIOM tersebut. Jangankan penggunaan secara umum (budaya), satu contoh saja sama sekali tidak ditemukan. Sangat berbeda dengan Idiom “anak dari” yang contohnya cukup banyak  seperti idiom “anak Harun” & “anak Daud”.

Jika dalam Alquran Surah 19:28 menggunakan kalimat “Hai anak Harun” maka ini cukup masuk akal sesuai pola penggunaan IDIOM orang-orang Israel. Walaupun belum tentu Maryam ibu Yesus adalah keturunan Harun. Tetapi yang digunakan frase “Hai saudara perempuan Harun” yang lebih cocok dengan konteks menyeluruh pengenalan Muhammad mengenai siapa itu Imran, Musa, Harun & Miryam. Dengan kata lain Muhammad telah melakukan kesalahan fatal sejarah dan sekaligus pembohongan.

21 komentar:

  1. Lucu sekali, mana mungkin Ibu Maria (IbuNya Yesus) bersaudara dengan Harun (Saudara Musa). Sepertinya jauh panggang dari api.

    Tetapi........
    Apabila pernyataan Quran itu benar bahwa Ibu-Nya Isa adalah Mariyam saudaranya Harun, maka benar apa yang dikatakan
    Bapak Teguh Hindarto dalam salah satu tulisannya di Blogspot, yang menyatakan bahwa Isa yang ada di dalam Quran itu bukan YESUS (Yahshua) yang ada di dalam Alkitab.

    Pernyataan tersebut pernah dituangkan dalam Tesisnya Beliau (Bpk Teguh Hindarto) dengan hipotesis yang diajukan:
    "ISA DI DALAM QURAN BUKANLAH YESUS YANG ADA DI DALAM ALKITAB."

    Saya sangat berharap Tulisan yang disajikan dalam "KEBANARAN ISLAM" ini dapat membuat banyak orang sadar akan suatu KEBENARAN dan PERCAYA KEPADA KEBENARAN.

    YHWH YEVAREK OTKA.




    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru inilah yang membuktikan bahwa Qur’an bukan tulisan Muhammad,

      - Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Maryam TIDAK SEJAMAN dengan Musa & Harun ?
      - Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Maryam berbeda dengan MIRYAM saudara perempuan Musa & Harun ?
      - Apakah Muhammad tidak sadar kalau ayat tersebut bila disampaikan akan mendapat olok2 karena terdapat “keganjilan” silsilah?

      Muhammad SANGAT TAHU hal tersebut !!!

      - Ayat tersebut merupakan REKONSTRUKSI OLAH TKP dari KEJADIAN SEBENARNYA ketika orang yahudi mendatangi Maryam (Bunda Maria) dan menuduhnya berzina
      - Orang yahudi waktu itu BENAR2 memanggil Maryam dengan sebutan “Yaa Ukhta Haruna”" (Wahai Saudara Perempuan Harun)
      - Panggilan “Saudara Perempuan Harun” adalah OLOK2 IRONIS, bahwa Miryam saudara perempuan Musa & Harun (yang namanya MIRIP Maryam) adalah orang salehah seperti maryam yang selalu beribadah kepada Tuhan dan berasal dari keturunan yang saleh BISA-BISANYA melakukan “ZINA” (Punya anak tanpa suami). >> Maksud sederhananya ucapan orang yahudi tsb : “KOK BISA2NYA KAMU YANG SALEH BERBUAT ZINA ??!!”
      - Sudah menjadi kebiasaan orang yahudi waktu itu memanggil seseorang dengan menisbatkan kepada leluhurnya.
      - Redaksi “Ya Ukhta Haruna” merupakan MUKJIZAT ALLAH YANG MAHA TAHU, yang mengetahui cara orang yahudi mengolok2 Maryam dengan sebutan Saudara perempuan Harun,BUKAN “Saudara perempuan Musa/Ibrahim/Adam”. Darimana Muhammad tahu rekonstruksi kejadian “sebenarnya” mengenai cara orang yahudi memanggil Maryam demikian, padahal Peristiwa itu terjadi berjarak 600 tahun dan 1000 Km ?? Darimana Muhammad Tahu ?? (Waktu itu belum ada BBM, Fesbuk & Twitter mas Bro) Jawabnya : Karena ayat tersebut (dan seluruh Quran) adalah wahyu dari Allah Yang Maha Tahu.

      - Inilah yang membuktikan bahwa Qur’an bukan tulisan Muhammad.

      - Muhammad yang Jujur (Al Amin) hanya menyampaikan wahyu APA ADANYA,

      - Muhammad tidak menambah, mengubah , mengedit, menyisipkan, menyembunyikan ayat walaupun dengan resiko akan mendapat olok2 dari orang dijamannya yang belum paham dan membencinya, yang berusaha mencari2 kesalahan islam sampai hari ini termasuk dilakukan para Netter yg benci terhadap islam.

      - Masalah “Yaa Ukhta Haruna” ini adalah masalah KLASIK telah ada sejak jaman Muhammad dan sudah dijelaskan dalam hadist beliau secara GAMBLANG.

      - SAMPAI HARI INI PUN (setelah 2000 tahun) Yahudi tetap menganggap Maria adalah pezina dan Yesus adalah anak haram karena lahir tanpa mempunyai ayah. sementara itu Kristen menganggap Yesus adalah Tuhan. Sedangkan Islam datang 600 tahun kemudian MENGKONFIRMASI membenarkan kelahiran Ajaib Yesus yang tanpa ayah, Memuliakan Maria sebagai wanita terbaik dijamannya (bukan pezina), dan mengakui Yesus sebagai Rasul Allah. (Kalau memang Quran karangan Muhammad, coba pikir apa untungnya memuliakan Maria dan Yesus ?)

      Kesimpulan Simpelnya :
      Bila ada mesin waktu yang mengantar kita ke jaman kelahiran Yesus/Isa, kita akan BENAR-BENAR melihat dan mendengar bahwa dalam peristiwa itu, orang yahudi memanggil Maryam dengan sebutan : “SAUDARA PEREMPUAN HARUN”. Semoga mudah dimengerti.

      Maha Benar ALLAH dengan Segala Firman-Nya.

      Hapus
  2. Justru inilah yang membuktikan bahwa Qur’an bukan tulisan Muhammad,

    - Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Maryam TIDAK SEJAMAN dengan Musa & Harun ?
    - Apakah Muhammad tidak tahu bahwa Maryam berbeda dengan MIRYAM saudara perempuan Musa & Harun ?
    - Apakah Muhammad tidak sadar kalau ayat tersebut bila disampaikan akan mendapat olok2 karena terdapat “keganjilan” silsilah?

    Muhammad SANGAT TAHU hal tersebut !!!

    - Ayat tersebut merupakan REKONSTRUKSI OLAH TKP dari KEJADIAN SEBENARNYA ketika orang yahudi mendatangi Maryam (Bunda Maria) dan menuduhnya berzina
    - Orang yahudi waktu itu BENAR2 memanggil Maryam dengan sebutan “Yaa Ukhta Haruna”" (Wahai Saudara Perempuan Harun)
    - Panggilan “Saudara Perempuan Harun” adalah OLOK2 IRONIS, bahwa Miryam saudara perempuan Musa & Harun (yang namanya MIRIP Maryam) adalah orang salehah seperti maryam yang selalu beribadah kepada Tuhan dan berasal dari keturunan yang saleh BISA-BISANYA melakukan “ZINA” (Punya anak tanpa suami). >> Maksud sederhananya ucapan orang yahudi tsb : “KOK BISA2NYA KAMU YANG SALEH BERBUAT ZINA ??!!”
    - Sudah menjadi kebiasaan orang yahudi waktu itu memanggil seseorang dengan menisbatkan kepada leluhurnya.
    - Redaksi “Ya Ukhta Haruna” merupakan MUKJIZAT ALLAH YANG MAHA TAHU, yang mengetahui cara orang yahudi mengolok2 Maryam dengan sebutan Saudara perempuan Harun,BUKAN “Saudara perempuan Musa/Ibrahim/Adam”. Darimana Muhammad tahu rekonstruksi kejadian “sebenarnya” mengenai cara orang yahudi memanggil Maryam demikian, padahal Peristiwa itu terjadi berjarak 600 tahun dan 1000 Km ?? Darimana Muhammad Tahu ?? Jawabnya : Karena ayat tersebut (dan seluruh Quran) adalah wahyu dari Allah Yang Maha Tahu.

    - Inilah yang membuktikan bahwa Qur’an bukan tulisan Muhammad.

    - Muhammad yang Jujur (Al Amin) hanya menyampaikan wahyu APA ADANYA,

    - Muhammad tidak menambah, mengubah , mengedit, menyisipkan, menyembunyikan ayat walaupun dengan resiko akan mendapat olok2 dari orang dijamannya yang belum paham dan membencinya, yang berusaha mencari2 kesalahan islam sampai hari ini termasuk dilakukan para Netter yg benci terhadap islam.

    - Masalah “Yaa Ukhta Haruna” ini adalah masalah KLASIK telah ada sejak jaman Muhammad dan sudah dijelaskan dalam hadist beliau secara GAMBLANG.

    - SAMPAI HARI INI PUN (setelah 2000 tahun) Yahudi tetap menganggap Maria adalah pezina dan Yesus adalah anak haram karena lahir tanpa mempunyai ayah. sementara itu Kristen menganggap Yesus adalah Tuhan. Sedangkan Islam datang 600 tahun kemudian MENGKONFIRMASI membenarkan kelahiran Ajaib Yesus yang tanpa ayah, Memuliakan Maria sebagai wanita terbaik dijamannya (bukan pezina), dan mengakui Yesus sebagai Rasul Allah. (Kalau memang Quran karangan Muhammad, coba pikir apa untungnya memuliakan Maria dan Yesus ?)

    Kesimpulan Simpelnya :
    Bila ada mesin waktu yang mengantar kita ke jaman kelahiran Yesus/Isa, kita akan BENAR-BENAR melihat dan mendengar bahwa dalam peristiwa itu, orang yahudi memanggil Maryam dengan sebutan : “SAUDARA PEREMPUAN HARUN”. Semoga mudah dimengerti.

    Maha Benar ALLAH dengan Segala Firman-Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @malik ome

      malik,,malik,,,, sampai jungkir balik kau membelanya nga mungkin bisa ..... ini udah jaman milenium man,,, kalau abad ke7 ya nga apa-apa kau katakan begitu,, soalnya di abad ke7 kalau yang nga percaya dgn apa yang di katakan mamad, maka kepala orang tsb bisa pisah dari badannya...hahahaha...mending kamu diam aja ngaku salah ayat tsb itu malah gentlemen...

      Hapus
    2. @malik ome

      ada jurus lain lagi nga ??? jurus 1001 aladin boleh di pakai tuh ? hahahahaha

      Hapus
    3. Benar Malik Ome.

      Dalam tradisi semitik, sebutan anak (Arab=bin, Ibrani=ben), ibu (Arab=umm, Ibrani=ém) dan saudara (Arab=akhun, Ibrani=akh) tidak selamanya bermakna hakiki. Kata-kata ini sering dipakai dalam arti luas yang bermakna metafora (kiasan).

      Dalam belasan ayat Bibel, Yesus disebut sebagai “Anak Daud” (Matius 1:1, 9:27, 21:9, 15:22, 20:30-31, 21:15, 22:42, Markus 10:47-48, 12:35, Lukas 18:38-39, 20:41), anak Daud adalah Nabi Sulaiman, bukan Yesus. Selain itu, jarak waktu antara Yesus dengan Daud berselang 750 tahun dan Yesus tidak punya ayah kandung.

      Julukan seseorang yang shalih biasa dinisbatkan kepada leluhurnya yang terkenal keshalihannya. Jika Nabi Isa boleh disebut sebagai anak Daud karena sama-sama shalih, maka Maryam pun boleh disebut sebagai “anak Musa,” karena keduanya satu jalur silsilah dan sama-sama shalih. Karena Nabi Musa punya saudara bernama Harun, maka otomatis Maryam boleh disebut “saudara perempuan Harun” dalam arti metafora, bukan denotatif.[]


      Hapus
  3. muhammad, selain buta huruf(kata orang islam), juga buta sejarah, dia hanya mencomot ayat ayat Alkitab, dan di tulis di alquran, tetapi ternyata salah sejarah

    BalasHapus
  4. Ane belum pernah lihat kaum yahudi mempertanyakan hal ini. Karena mereka (yahudi) lebih cerdas akalnya ketimbang org kristen. Dan mereka tak mau kelihatan bodoh mempertanyakan soal Harun ini.

    Panjang amat penjabarannya,padahal jawabannya ada di ayat itu sendiri.
    Yaituuuuuuuuuuu....

    "Kaumnya berkata:...."

    Allah Maha Tahu dan Muhammad seorang yg jujur. KLOP.
    Intinya pertanyaan ini salah alamat.

    BalasHapus
  5. 3 Ayat & 1 Hadits ini memang membuktikan bahwa ada error dalam menjelaskan "quantum leap" mengenai Maryam

    QS Maryam: 28 yang mengatakan Maryam (ibunda Isa) adalah saudaranya Harun.
    QS At Tahriim :12 mengatakan Maryam (ibunda Isa) adalah anaknya Imran
    QS Imran :37 isteri imran melahirkan anak perempuan yang dinamai Maryam

    (HR.MUSLIM No:4458 )
    Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran

    BalasHapus
  6. http://www.lampuislam.org/2015/09/apakah-allah-tidak-tahu-perbedaan.html?m=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. adapun ttg nama maryam yg bapaknya imron pd zaman yesus mirip namanya dgn maryam anak imron pd zaman Nabi musa...itu adlh hal yg sngt2 mgkn terjadi

      sbg contoh pd zaman skrg ini psti ada yg namanya agus kmudian menamai anaknya yanti, apakah mgkn 80 thn lalu ada seorg bapak yg namanya agus menamai anaknya yanti jg?..sngt2 mgkn ada...jd ttg maryam pd zaman yesus yg mempunyai bapak bernama imron adlh sngt mgkn ada terdapat pula seorg wanita yg solehah jg yg bernama maryam yg pny bapak namanya imron pd zaman nabi harun

      lg pula Qur'an tdklah keliru krn dijelaskan pula bhw Nabi Zakaria yg hidup sejaman dgn maryam ibundanya yesus bkn maryam pd zamannya nabi harun

      Hapus
  7. Yang manggil demikian bukan Nabi Muhammad, dan Bukan Allah pula yang memanggil demikian. Allah dalam alquran tidak memanggil Mariam sebagai saudara perempuan harun, melainkan Allah berfirman:

    27: Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

    28: Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina".

    ===Yang memanggil demikian adalah kaum mariam===

    Jadi pahami dulu, apa yang dinyatakan dalam alQuran, kalau kalian tanyakan kenapa kaum Mariam memanggilnya demikian, itu sebenarnya bukan wewenang kami untuk menanyakan, karena kami yakin Firman Allah adalah benar adanya.

    BalasHapus
  8. adapun ttg nama maryam yg bapaknya imron pd zaman yesus mirip namanya dgn maryam anak imron pd zaman Nabi musa...itu adlh hal yg sngt2 mgkn terjadi

    sbg contoh pd zaman skrg ini psti ada yg namanya agus kmudian menamai anaknya yanti, apakah mgkn 80 thn lalu ada seorg bapak yg namanya agus menamai anaknya yanti jg?..sngt2 mgkn ada...jd ttg maryam pd zaman yesus yg mempunyai bapak bernama imron adlh sngt mgkn ada terdapat pula seorg wanita yg solehah jg yg bernama maryam yg pny bapak namanya imron pd zaman nabi musa

    lg pula Qur'an tdklah keliru krn dijelaskan pula bhw Nabi Zakaria yg hidup sejaman dgn maryam ibundanya yesus bkn maryam pd zamannya nabi harun

    BalasHapus
  9. Setuju Jamil.

    Kenapa kaum Yahudi memanggil demikian? sbb dalam tradisi semitik, sebutan anak (Arab=bin, Ibrani=ben), ibu (Arab=umm, Ibrani=ém) dan saudara (Arab=akhun, Ibrani=akh) tidak selamanya bermakna hakiki. Kata-kata ini sering dipakai dalam arti luas yang bermakna metafora (kiasan).

    Dalam belasan ayat Bibel, Yesus disebut sebagai “Anak Daud” (Matius 1:1, 9:27, 21:9, 15:22, 20:30-31, 21:15, 22:42, Markus 10:47-48, 12:35, Lukas 18:38-39, 20:41), anak Daud adalah Nabi Sulaiman, bukan Yesus. Selain itu, jarak waktu antara Yesus dengan Daud berselang 750 tahun dan Yesus tidak punya ayah kandung.

    Julukan seseorang yang shalih biasa dinisbatkan kepada leluhurnya yang terkenal keshalihannya. Jika Nabi Isa boleh disebut sebagai anak Daud karena sama-sama shalih, maka Maryam pun boleh disebut sebagai “anak Musa,” karena keduanya satu jalur silsilah dan sama-sama shalih. Karena Nabi Musa punya saudara bernama Harun, maka otomatis Maryam boleh disebut “saudara perempuan Harun” dalam arti metafora, bukan denotatif.[]

    Jadi penulis artikel ini cuma "Gagal Paham" akan kalimat di dlm Kitab Suci.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. urah maryam ayat : 28
    yaa ukhta haaruuna maa kaana abuuki imra-a saw-in wamaa kaanat ummuki baghiyyaan

    kata -abuuki imraa - maksudnya ayah mu Imran , dan ummuki - ibumu , kalau bicara konteks maka disini ada 3 orang yang disebut dalam 1 ayat itu, saudara, ayah , ibu, sangat aneh bin ajaib sekali kalau dalam ayat itu menulis soal ibu dan ayah yang notabene adalah orang 1 zaman , kenapa kok 1 orang lagi yaitu sodara ,harus nyebut orang yang umurnya ratusan tahun silam ?dimana logika nya ?
    kalau dibilang ukhta itu bukan sodara kandung tapi kaum , mustinya istilah yang lebih tapat adalah "Bani" , misal nya bani Israel, bani Hasyim , bani Ummayah dstnya

    BalasHapus
  12. saya setuju dengan sdr lurusi , bahwa bin , umm dan akh itu tidak selalu bermakna saudara kandung , karena hubungan ke sukuan yang begitu kental disana.
    tetapi jika yang dimaksud siti maryam adalah keturunan langsung dari Harun maka sebutan nya adalah "anak Harun" atau "bin Harun" tetapi jika tidak keturunan langsung maka minimal aggota suatu kaum atau istilah nya "bani Harun"
    nah ini kenapa "ukhta" yang artinya saudara ? , kacau

    BalasHapus
  13. Isa as TIDAK SAMA DENGAN Yesus Kristus :

    1.A. Pada waktu penyaliban, Isa as disulap oleh Allah swt dengan gaya David Copperfield, menghilangkan lalu diganti dengan orang lain !
    vs
    1.B. Yesus Kristus, tubuhNYA disalib, mati, dikuburkan, bangkit dari kubur, naik kesurga, kembali kepada kemuliaanNYA seperti sebelum Dia datang kedunia ini.

    2.A. Isa as akan datang kembali untuk menghancurkan salib2 dan membunuh babi2.
    vs
    2.B. Yesus Kristus akan datang pada akhir zaman, untuk mengadili orang yg hidup dan yg telah mati dan bagi orang2 yg percaya kepadaNYA, akan mendapat tempat disurga.

    2.A. Menurut cerita Quran, Isa as membuat burung2 dari tanah liat dan akhirnya dihidupkannya.
    vs
    2.B. Alkitab tidak pernah menceritakan Yesus menghidupkan burung dari tanah liat.

    3.A. Isa as adalah manusia ciptaan Allah swt.
    vs
    3.B. Yesus bukan ciptaan melainkan Tuhan yg turun kedunia ini, menjelma menjadi manusia.

    4.A. Isa as adalah manusia.
    vs
    4.B. Yesus adalah Tuhan 100% dan manusia 100%.

    5.A. Isa as tunduk kepada Allah swt.
    vs
    5.B. Yesus Kristus tunduk kepada Bapa (YHWH).
    Catatan : Allah swt bukan YHWH.

    6.A. Isa as, waktu masih dalam kandungan, berbicara.
    vs
    6.B. Yesus tidak.

    7.A. Isa as diturunkan (diberikan) kitab Injil oleh iblis (Allah swt).
    vs
    7.B. Yesus Kritus tidak diturunkan (diberikan) kitab, melainkan Yesus Kristus adalah Firman Yang Hidup.

    8.A. Isa as belum mati2 sampai sekarang. Jika dihitung-hitung, umur Isa as sekarang sekitar 2000 thn.
    vs
    8.B. Tubuh manusia Yesus telah mati disalib, waktu dia berumur 33 thn.


    Jadi siapakah Isa as itu ?
    Isa as adalah profil imaginasi karangan Muhammad yg cuplik dari Alkitab, lalu diplintir, diputar-balikan, dipalsukannya.

    BalasHapus