Rabu, 12 September 2012

Muhamad Tidak Buta Huruf

oleh Mike Griffin

Kaum muslim mempercayai bahwa Quran 100% adalah perkataan Allah, tanpa terkontaminasi oleh perkataan manusia. Dengan mengklaim Muhammad sebagai nabi buta huruf, maka dengan sendirinya tidaklah mungkin seorang Muhammad mengarang, atau mendapatkan pengetahuan ilahi selain dari Allah sendiri. Muhammad tidak mungkin membaca dari kitab2 terdahulu seperti Talmud, Taurat, Injil serta Kitab2 yang lain, dan menceritakannya kembali dalam Quran. Akan tetapi bagaimana jika ternyata Muhammad tidak Buta Huruf!? Dalam Hadits dikatakan bahwa Waraqah menerjemahkan Bible, apa tujuan dan siapa pengguna Bible hasil terjemahan Waraqah??? Apakah benar Muhammad Buta Huruf dan tidak pernah membacanya???



Sahih BUKHARI NO 6467(Lidwa)
http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=6467
(…) wahyu pertama-tama yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam adalah berupa mimpi yang baik ketika tidur, beliau tidak bermimpi selain datang seperti fajar subuh, dan beliau selalu pergi ke Goa Hira bertahannus di sana, yaitu beribadah beberapa malam, dan beliau untuk hal tersebut berbekal, (…)" kemudian beliau pulang dengan menggigil hingga menemui Khadijah dan berkata; "Selimutilah aku, selimutilah aku!" maka keluarganya pun menyelimuti beliau, sampai rasa ketakutan beliau menghilang, kemudian beliau berkata: "ya Khadijah, apa yang terjadi pada diriku?" beliau menceritakan peristiwa tersebut kepadanya dan berkata; "Aku mengkhawatirkan diriku" (…)Maka Khadijah pergi bersama beliau menemui Waraqah bin naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushshay, anak paman Khadijah, atau saudara ayahnya, ia adalah semasa jahiliyah beragama nashrani dan suka MENULIS KITAB SUCI ARABI, IA MENULIS INJIL ARABI DENGAN KEHENDAK ALLAH (…) kemudian tak berselang lama Waraqah meninggal dan wahyu berhenti beberapa lama hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedih. Berita yang sampai kepada kami, kesedihan yang beliau alami sedemikian rupa, hingga beliau beberapa kali ingin bunuh diri dengan cara menerjukan diri dari puncak gunung, setiap kali beliau naik puncak gunung untuk menerjunkan dirinya, Jibril menampakkan diri dan mengatakan; 'hai Muhammad, sesungguhnya engkau betul-betul Rasulullah! ' nasehat ini menjadikan hatinya lega dan jiwannya tenang dan pulang. Namun jika sekian lama wahyu tidak turun, jiwanya kembali terguncang (…) 


 

Nosrania / Nestorian adalah sebuah sekte yang berasal dari Kristen Ortodoks. Kepercayaan Waraqah yang menolak ke-ilahian Yesus ini adalah kepercayaan yang dianggap menyeleweng dari kepercayaan Kristen ortodoks. Yesus baginya hanyalah seorang nabi, yang menuntaskan hukum Musa. Ia juga membantah kematian Yesus di tiang salib dan kebangkitannya sepeti yang ditulis dalam ke empat Injil kaum ortodoks. Kepercayaan ini sama dengan kepercayaan sekte Nazareth terkenal yang dinamakan EBIONISME.

Diumur 25 tahun, Abu Thalib mencarikan pekerjaan untuk Muhammad sebagai agen perdagangan di sebuah perusahaan milik wanita pedagang kaya yang juga masih saudara jauh, bernama Khadijah. Wanita tersebut telah dua kali menikah. Suami terakhirnya, seorang pedagang kaya raya, yang baru2 ini meninggal dan janda tersebut perlu menyewa tenaga untuk mengurus usaha dagangnya yang besar.

Dimasa mudanya Muhammad bekerja pada Khadijah, sebagai agen perdagangan. Seorang agen perdagangan haruslah memiliki cukup pengetahuan tentang dagang dan pembukuan. Pengetahuan macam ini tidak dimungkinkan bagi orang yg tidak mampu membaca dan menulis.

Muhammad mendapatkan kemampuan ilmu2 alam termasuk kemampuan membacanya dari Abu Talib. Ibn Sa’d mengomentari hubungan dekat paman dengan keponakannya. ‘Ia mencintainya lebih dari pada anak2nya sendiri. Ketika Muhammad keluar rumah, pamannya akan menemaninya. Abu Talib memberikan cinta besar kepadanya dan menyisakan bagi Muhammad makanan yang paling baik.’

Ini jelas berarti bahwa sang paman memberikan pendidikan kepada keponakannya yang yatim piatu itu sama dengan apa yang didapatkan puteranya sendiri, Ali. Sepupu Muhammad ini, menulis karyanya berjudul Nahj al Balaghah (The Path of Eloquence). Jadi tidak mungkin Abu Talib mengecualikan keponakannya dari apa yang didapatkan anaknya sendiri.


# Timeline singkat kehidupan Muhammad
  • 0-12 sejak kecil di telantarkan emaknya, kemudian di rawat kakek(Abdul Muthalib) dan pamannya(Abu Thalib)
  • 12-15 ikut Abu Thalib berdagang ke Syria
  • 15-19 masa perang
  • 19-24 Gembala Kambing
  • 25 Kawin dengan Janda Kaya Khadijah seorang pedagang
  • 40-63 menabikan diri dengan wahyu Via Mimpi, Tapa Goa Hira, Kejang keringat dingin dll. Dalam karirnya dia membunuh banyak orang, menindas dan memaksa orang ikut agamanya yang sampai sekarang hal itu di teladani umat.


A. Ayat Quran yang menyebutkan bahwa Muhammad Buta Huruf


(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (QS 7:157)

“….maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (QS 7:158)

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,….(QS 62:2)


A.1 Makna sesungguhnya terhadap istilah Nabi yang Ummi, 

QS 3:75
wamin ahli lkitaabi man in ta/manhu biqinthaarin yu-addihi ilayka waminhum man in ta/manhu bidiinaarin laa yu-addihi ilayka illaa maa dumta 'alayhi qaa-iman dzaalika bi-annahum qaaluu laysa 'alaynaa fii l-ummiyyiina sabiilun wayaquuluuna 'alaallaahi lkadziba wahum ya'lamuun


Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi (206). Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

Footnote 206:
Yang mereka maksud dengan orang-orang ummi dalam ayat ini adalah orang Arab.
Jadi jelas kata Ummi dikaitkan dengan orang arab yang belum pernah mendapatkan Wahyu sebelumnya, Muhamad adalah nabi yang ummi artinya Muhamad adalah Nabi yang berasal dari arab [orang2 yang tidak pernah mendapatkan wahyu sebelumnya].


B. Ayat Quran yang menyatakan Muhammad tidak buta huruf

QS 98 : 2 : (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an),
# Jadi Muhammad SAW membacakan lembaran-lembaran. BUKAN MENGHAFALKAN. Terus dimana LEMBARAN-LEMBARAN INI??? Mushaf Quran tertua umur berapa?

 QS 13 : 30 : "Demikianlah Kami mengutus kamu (Muhammad) kepada satu umat yang sebelumnya beberapa umat telah berlalu untuk membacakan mereka apa yang Kami mewahyukan kamu ...."

 QS 17 : 106 : "Dan sebuah al-Qur'an yang Kami membahagi-bahagikan, untuk kamu (Muhammad) membacakannya kepada manusia berjarak-jarak, dan Kami menurunkannya dengan satu penurunan."


QS 96:4
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (versi DEPAG RI)
He Who taught (the use of) the pen (versi YUSUF ALI)
Yang mengajar (manusia) dengan penggunaan pena. (versi FMI)
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. (versi DEPAG RI)
Nun, by the Pen and the (Record) which (men) write. (versi YUSUF ALI)
Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis. . (versi FMI)

Dasar kepercayaan buta huruf Muhammad juga berasal dari hadis dimana Aisha, isteri tersayang Muhamamd mengatakan:

"… Malaikat datang padanya dan memintanya untuk membaca. Nabi menjawab "Saya tidak tahu bagaimana membaca”. Nabi menambahkan, "Malaikat memegang saya dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan sekali lagi meminta saya untuk membaca Ikrar dan saya jawab, "Saya tidak tahu bagaimana membaca ………" (Sahih Bukhari 1:3)

"Maa anaa biqoori-in" pada hadits diatas tidak bermakna absolut "Aku tak dapat  membaca(buta huruf)" tetapi juga dapat bermakna "Apa yang harus saya baca?(tulisan yang tak bisa dibaca)".

___________


C. Hadith yang menyatkan Muhammad tidak buta huruf


Sahih Muslim, Book 019, Number 4401(Lidwa No 3335),
http://id.lidwa.com/app/?k=muslim&n=3335

 (…) "Ali bin Abu Thalib pernah menuliskan perjanjian damai antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan orang-orang Musyrik (Makkah) ketika perjanjian Hudaibiyyah. Ali menuliskan, "Ini adalah perjanjian yang ditulis oleh Muhammad Rasulullah." Lantas mereka berkata, "Jikalau kami tahu bahwa kamu adalah Rasulullah, tentu kami tidak akan memerangimu." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali: "Hapus kata-kata itu (tulisan 'Rasulullah')." Ali menjawab, "Aku tidak mau menghapusnya." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menghapusnya dengan tangannya sendiri." (…)

 # Nah ! Jika Muhamad tidak dapat membaca bagaimana ia tahu kata2 mana yang harus dihapuskan !?

__________

Sunan Abu-Dawud Book 19, Number 3021
"Diriwayahkan Amir ibn Shahr: …….Rasulullah (saw) MENULIS dokumen bagi Dhu Marran……"

 Sunan Abu-Dawud Book 19, Number 2993
Yazid ibn Abdullah, yan, meriwayahkan, "Kami berada di Mirbad. Datanglah seorang dengan rambut terurai dan memegang selembar kulit merah ditangannya. … ………………Kami kemudian bertanya: Siapa menuliskan dokumen ini untuk mu ? Ia menjawab: Rasulullah (saw)."

Sahih Bukhari, V 001, B 003, N 065.
Narated By Anas bin Malik : Once the Prophet wrote a letter or had an idea of writing a letter. The Prophet was told that they (rulers) would not read letters unless they were sealed. So the Prophet got a silver ring made with "Muhammad Allah's Apostle" engraved on it. As if I were just observing its white glitter in the hand of the Prophet.

Sahih Bukhari, V 004, B 52, N 191:
Narrated Abdullah bin Abbas: Allah's Apostle wrote to Caesar and invited him to Islam and sent him his letter with Dihya Al-Kalbi whom Allah's Apostle ordered to hand it over to the Governor of Busra who would forward it to Caesar

ABU DAWUD, Book 41, Number 5117:
Narrated Abdullah ibn Abbas: The Prophet (peace_be_upon_him) wrote a letter to Heraclius: "From Muhammad, the Apostle of Allah, to Hiraql (Heraclius), Chief of the Byzantines.

Sunan At Tirmidzi Chapter 011, Hadith Number 004 (085).
Anas radiallahu anhu relates: "When Rasulullah sallallahu alayhe wasallam intended to write letters to the kings of 'Ajam (non arabs), inviting them to Islam, the people said that they did not accept letters without a seal (stamp) on them. Rasulullah sallallahu alayhe wasallam therefore had a ring made, the whiteness of which is still before my eyes."

Sunan At Tirmidzi Chapter 011, Hadith Number 006 (087).
Anas Radiyallahu relates that: Rasulullah sallallahu alayhi wasallam made an intention to write letters to Kisra, Qaysur (Ceasar) and Najashi, inviting them to accept Islaam. The people said: '(O Rasulullah) those people do not accept letters without a stamp on it'. For this reason Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam had a stamp made. The ring (loop) of which was silver, and had 'Muhammad Rasulullah' engraved on it".

 Sahih Muslim Book 019, Hadith Number 4382
It has been narrated on the authority of Anas that the Prophet of Allah (may peace be upon him) wrote to Chosroes (King of Persia), Caesar (Emperor of Rome), Negus (King of Abyssinia) and every (other) despot inviting them to Allah, the Exalted. And this Negus was not the one for whom the Messenger of Allah (may peace be upon him) had said the funeral prayers.

Sahih Muslim Book 019, Hadith Number 4380.
Chapter : The Holy Prophet's (may peace be upon him) letter to Hiraql (Caesar) inviting him to Islam.  
..................The letter ran as follows: "In the name of Allah, Most Gracious and Most Merciful. From Muhammad, the Messenger of Allah, to Hiraql, the Emperor of the Romans. Peace be upon him who follows the guidance. After this, I extend to you the invitation to accept Islam. Embrace Islam and you will be safe. Accept Islam, God will give you double the reward. And if you turn away, upon you will be the sin of your subjects. "O People of the Book, come to the word that is common between us that we should worship none other than Allah, should not ascribe any partner to Him and some of us should not take their fellows as Lords other than Allah. If they turn away, you should say that we testify to our being Muslims [iii. 64].".......................

BUKHARI, Volume 1, Book 3, Number 114:
Narrated 'Ubaidullah bin 'Abdullah: Ibn 'Abbas said, "When the ailment of the Prophet became worse, he said, 'Bring for me (writing) paper and I will write for you a statement after which you will not go astray.' But 'Umar said, 'The Prophet is seriously ill, and we have got Allah's Book with us and that is sufficient for us. (…). (Note: It is apparent from this Hadith that Ibn 'Abbes had witnessed the event and came out saying this statement. The truth is not so, for Ibn 'Abbas used to say this statement on narrating the Hadith and he had not witnessed the event personally. See Fath Al-Bari Vol. 1, p.220 footnote.) (See Hadith No. 228, Vol. 4).

BUKHARI, Volume 4, Book 52, Number 189:
Narrated Anas: When the Prophet intended to write a letter to the ruler of the Byzantines, he was told that those people did not read any letter unless it was stamped with a seal. So, the Prophet got a silver ring-- as if I were just looking at its white glitter on his hand ---- and stamped on it the expression "Muhammad, Apostle of Allah".

BUKHARI, Volume 4, Book 53, Number 393:
Narrated Said bin Jubair: that he heard Ibn 'Abbas saying, "Thursday! And you know not what Thursday is? After that Ibn 'Abbas wept till the stones on the ground were soaked with his tears. On that I asked Ibn 'Abbas, "What is (about) Thursday?" He said, "When the condition (i.e. health) of Allah's Apostle deteriorated, he said, 'Bring me a bone of scapula, so that I may write something for you after which you will never go astray. (…) 

BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 716:
Narrated Ibn Abbas: Thursday! And how great that Thursday was! The ailment of Allah's Apostle became worse (on Thursday) and he said, fetch me something so that I may write to you something after which you will never go astray." (…) (Said bin Jubair, the sub-narrator said that Ibn Abbas kept quiet as rewards the third order, or he said, "I forgot it.") (See Hadith No. 116 Vol. 1)

KESIMPULAN:
Semua daftar dari hadith yg dituliskan menunjukkan lebih dari 5 perawi dan ter record dalam beberapa kitab Hadit (shahih bukhari, muslim, Abu dawud, Tirmidzi dll) menegaskan Nabi Islam sudah pandai menulis. Jadi Muhammad buta huruf sehingga tidak bisa menyontek adalah sebuah Mitos Bohong, karena Muhammad sesungguhnya sudah pandai baca-tulis dalam didikan Abu Thalib dan Khadijah.









Pentingnya memahami "UMMI"

MEMBACA tulisan Prof Achmad Ali lewat kolom Hukum dan 1001 Masalah Kemasyarakatan di koran ini edisi 31 Oktober lalu yang menyoal benar tidaknya Nabi Muhammad saw buta huruf, memancing saya untuk menuliskan juga unek-unek saya tentang salah satu mitos yang masih dipegang kukuh oleh sebagian besar umat Islam ini.

Suatu hal yang disadari atau tidak, mitos tersebut justru menjadikan musuh-musuh Islam punya dalih menjelek-jelekkan agama Islam dan umatnya dengan menyebutkan bahwa nabinya saja bodoh, tidak tahu membaca dan menulis, apalagi umatnya.Karena itu, bukanlah suatu keanehan kalau umat Islam justru mengalami evolusi regresif, yakni berkembang ke arah keburukan, bukannya evolusi progresif, yakni makin lama makin baik, makin cerdas, makin berilmu. Ironisnya lagi, kebutahurufan nabi seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam.

Sebagai contoh, anak-anak kita ajari membaca dan menulis dan pada saat yang sama kita suguhkan cerita tentang nabi yang tidak tahu membaca dan menulis. Kebutahurufan Nabi Muhammad sepertinya sengaja dibangun untuk mengetengahkan sebuah argumen tentang betapa hebatnya mukjizat Alquran yang bersumber dari sesuatu yang Ilahi. Dengan teori “nabi yang buta huruf”, mukjizat terkesan semakin mencengangkan. Celakanya lagi, kebutahurufan dijadikan dalil untuk keabsahan risalah kenabian Nabi Muhammad, sesuatu yang tidak menjadi syarat keabsahan nabi-nabi sebelumnya.

Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?



Makna Ummi

Oleh beberapa yang disebut ulama Islam sejak dahulu, makna perkataan ummi dalam beberapa surah Alquran, misalnya Surah Al-A’raf 157 “nabi yang ummi” diartikan buta huruf, tidak pandai membaca dan menulis. Dan ajaran mereka diterima tanpa ragu
oleh hampir seluruh umat Islam sejak dari zaman dahulu hingga ke hari ini. Bahkan oleh ulama-ulama kemudian berusaha membenarkan dan mempertahankan mitos ini, termasuk yang dilakukan Prof Achmad Ali, yang sesungguhnya sejak awal telah menjadi polemik dalam diri beliau, karena sesungguhnya bagi siapapun, pendapat bahwa Nabi Muhammad buta huruf, tidak tahu membaca dan menulis adalah suatu kenyataan menyakitkan dan sangat sulit diterima.

Tidak ada larangan untuk meninjau kembali pandangan tersebut, apalagi itu hanyalah pendapat beberapa ulama.

Pendapat ulama bukanlah sesuatu yang sakral. Kita bisa membandingkannya dengan pandangan Alquran dalam hal ini ayat-ayat Alquran yang mengandung kalimat “ummi” yang akan membuktikan bahwa pandangan Nabi Muhammad buta huruf bukan saja tidak sesuai kenyataan, tetapi juga berbau fitnah yang amat besar dalam Islam. Antara lain ayat yang dimaksudkan berbunyi; “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang “ummi” dari kalangan mereka
sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan jiwa mereka, mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah, meskipun sebelumnya mereka dalam kesesatan yang nyata” (Qs. Al-Jumuah : 2).


Kaum yang “ummi” yang disebut dalam ayat tersebut adalah kaum Arab. Orang-orang Arab pada zaman Nabi Muhammad diceritakan dalam buku sejarah, berada pada tahap tinggi dalam kesusasteraan dengan karya-karya sastera yang berkualitas dipamer dan ditempelkan di dinding Kakbah. Tentu itu tidak menggambarkan orang Arab jahiliah ketika itu berada dalam keadaan buta huruf. Mereka dikatakan jahiliah hanya dalam
persoalan aqidah dan kepercayaan, bukan dalam pelbagai bidang lain.

Kata “ummi”, menurut Alquran adalah orang-orang yang tidak, atau belum diberi satupun Kitab oleh Allah. Kaum Yahudi telah diberi tiga buah kitab melalui beberapa orang nabi mereka. Karenanya, mereka di sebut ahli kitab. Sedangkan orang-orang Arab, belum diberi satupun kitab sebelum Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad yang orang Arab. Hal ini dijelaskan-Nya dalam Firman-Nya: “Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab, dan orang-orang “ummi” (yang tidak diberi kitab), sudahkah kamu tunduk patuh?” (Qs Ali Imran: 20).

Maka jelaslah, tidak seluruhnya kata “ummi” itu bermakna buta huruf. Lantas, apakah Rasulullah buta huruf? Alquran membantah pendapat ini secara terang-terangan dan

berkali-kali.
Banyak ayat di dalam Alquran yang mengisahkan nabi diperintahkan supaya membaca ayat-ayat-Nya kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya. Hal ini menunjukkan nabi pandai membaca.

Contoh ayat dimaksud antara lain; “Katakanlah (Muhammad), ‘Marilah, aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu….” (QS 6:151). Atau, “Demikianlah Kami mengutus kamu (Muhammad) kepada satu umat yang sebelumnya beberapa umat telah berlalu, agar engkau bacakan kepada mereka (Alquran) yang Kami wahyukan kepadamu.…” (QS 13:30). Atau, : “Dia yang mengutus kepada kaum yang ummi (orang Arab) seorang rasul (Muhammad) di kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,” (QS 62:2). Baca juga dalam QS 5:27, QS 17:106, 27:91-92, QS 33:33-34, QS 39:71.

Tambahan pula, sulit menerima hakikat bahwa seorang Nabi pilihan-Nya tidak tahu membaca padahal ayat yang diturunkan pertama kali adalah perintah membaca, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS 96:1). Ayat Alquran yang pertama sudah menyiratkan bahwa bahwa Nabi Muhammad tidak buta huruf. Sebab, sebuah kesia-siaan saja bila Allah menyapa Nabi Muhammad dengan perintah untuk membaca (kalau beliau dianggap buta-huruf). Karenanya, bagi Syekh Al-Maqdisi, penulis buku Nabi Muhammad, Buta Huruf atau Genius? (Mengungkap Misteri “Keummian” Rasulullah) jawabannya jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerjamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”, atau orang-orang yang tidak diberi kitab. Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.

Alquran tidak hanya menjelaskan nabi pandai membaca, tetapi pandai menulis. Dalam
Alquran dijelaskan orang-orang kafir menuduh Rasul menulis dongeng-dongeng orang terdahulu dan disebutnya firman-firman Tuhan: “Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.” (QS Al-Furqan : 5).

Dan terakhir, terdapat sebuah ayat lagi yang insya Allah dapat menepis sama sekali keraguan terhadap Nabi yang dikatakan tidak pandai membaca dan menulis. Firman-Nya: “Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum (Alquran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, sekiranya engkau pernah membaca dan menulis niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.” (QS Al-Ankabut : 48).

Ayat ini menegaskan, Nabi tidak pernah membaca dan menulis satupun Kitab sebelum menerima Alquran. Maksudnya, setelah menerima Alquran, Rasul membaca dan menulis Kitab dengan tangan kanannya. Ayat ini pun menunjukkan, dengan tidak pernahnya Rasullullah membaca atau menulis satu kitab pun semisal Alquran, bukan berarti Rasulullah tidak tahu membaca dan menulis.

Misalnya membaca dan menulis dalam urusan perdagangannya. Nabi adalah seorang pedagang yang terkenal. Dan para ahli sejarah sepakat, pada zaman Nabi tidak menggunakan angka-angka; huruf huruf abjad telah digunakan sebagai angka-angka. Sebagai seorang pedagang yang berurusan dengan nomor-nomor atau angka-angka setiap hari, Nabi tentunya tahu tentang abjad, dari satu sampai keseribu. Karenanya, tidak ada dalih yang kuat apalagi untuk mempertahankan pendapat Nabi Muhammad buta huruf.

Ini bukan persoalan sederhana, manusia adalah makhluk yang suka bercerita dan membangun hidupnya berdasarkan cerita yang dipercayainya. Dengan cerita, kita menyusun dan menghimpun pernik-pernik hidup kita yang berserakan. Naratif, kata filusuf Jerman Dilthey, adalah pengorganisasian hidup (Zusammenhang des Lebens).

Apa pun yang membantu kita memberikan makna –pendapat, aliran pemikiran, mazhab, agama- selau didasarkan pada cerita-cerita besar, grand narratives. Cerita yang kita dapat tentang Nabi buta huruf yang wajib diteladani akan berpengaruh terhadap bagaimana kita menjalani dan melakukan pengorganisasian hidup.

Dr Muhammad Syahrur, Penulis Al-Kitab wal Quran tidak mau menerima cerita tentang buta hurufnya Nabi. Karenanya ia mengatakan, “Nabi memang ummi, tetapi beliau mampu membaca dan menulis.” Kalau keraguan masih ada, izinkan saya meminta untuk kembali membaca, surat pertama Tuhan kepada kekasih-Nya, “Bacalah (Muhammad) dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan….!”


37 komentar:

  1. Syaikh Al Maqdisi adalah nama samaran, seorang misionaris di Arab. Penerbit Indonesia yg menerbitkan bukunya entah teledor atau sengaja, menerbitkan dengan judul "Buta Huruf atau Jenius" sebagai eufimisme dari judul aslinya "Khurrafatu Ummiyatu Muhammad", dia menganggap umminya Nabi yg merupakan ijma` ulama2 pendahulu sbg khurafat. Argumentasinya berkisar seputar penafsiran independen tentang ayat dan hadits tanpa sekalipun mencoba untuk merujuk pada pendapat ulama terdahulu. Silahkan cek ke link misionaris berikut: http://alkalema.site90.net/cd1.htm
    dan ini judul buku2nya yg lain: muhammad al watsaniyah (paganisme muhammad), kaafir ibnu kaafir (kafir anak orang kafir), majhul an tarikh muhammad dst. Sayangnya sebagian umat islam yg mudah dibodohi seperti ini.

    BalasHapus
  2. Oke kita mati siapa yang benar ?

    BalasHapus
  3. gkgkgkgkgkggk...... HEi penulis Laknanutlloh.... orang islam tidak segoblok kamu.... goblok dipelihara ..pake menipu lagi..hahaha.... refrensi orang islam sudah sahih dan baik...tidak akan percaya dengan buaian anjing seperti ini...

    BalasHapus
  4. jngan begitu saudaraku muslim..bantah lah dengan baik...itu perintah ALLAH SWT..kl begitu cara saudara membantah itu membuat saudara lebih buruk dri mereka,,,jgn buat umat non muslim berpendapat islam itu buruk...islam tidak buruk..hnya orang 2 islamnya sj yg buruk..orang2 islam sperti ini lah yg membuat islam terlihat buruk dimata dn difikirkn org2 non muslim...assalamu'alaikum..

    BalasHapus
  5. 1.Ketika perjanjian, Nabi Muhammad shollahu alaih wassalam minta tolong Ali untuk menunjukkan posisi kata Rosulullah, baru beliau bisa menghapusnya sendiri. Sayang ini hadis ngga dinukil lengkap
    2. Tidak ada musuh Nabi Muhammad shollahu alaih wassalam yang membantah keummian beliau. Kecuali orang sekarang dengan asumsi-asumsi yang nggak jelas.
    3. Orang dagang bisa ngitunglah, tapi kalau baca belum tentu. Contohnya banyak. Termasuk RT di dekat rumah saya juga tidak bisa baca! bayangkan! padahal dia jualan motor juga! kisah asli nih.
    4. Hadis-hadis diatas copy paste dari tulisan Ali Sina, terjemahan,mestinya dibawakan lafaz asli arabnya, jadi keliatan mana salah terjemahnya.
    Lagian hadis mah harus gabung dengan hadis yang lain, agar terlihat konteksnya.
    5. Nabi yang ummi sudah diramalkan dalam BIble. Sampai sekarang yang menklaim Nabi yang ummi hanya Muhammad shollahu alaih wassalam. Jadi pasti haruslah orang kristen mempertimbangkannya.
    6. Inilah cerita orang yang ngga ngerti bahasa arab :
    "QS 98 : 2 : (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an),
    # Jadi Muhammad SAW membacakan lembaran-lembaran. BUKAN MENGHAFALKAN. Terus dimana LEMBARAN-LEMBARAN INI??? Mushaf Quran tertua umur berapa?"
    lagi-lagi asumsi...
    ngga heran juga sih, karena anda suka menghayalkan Tuhan anda ada tiga tapi juga berusaha menghasylakannya jadi satu.
    ngga heran juga sih, karena anda suka menghayalkan kitab anda asli sesuai ajaran Jesus, tapi tidak kitab yang asli paling tua ratusan tahun setelah jesus wafat (anggapan krsiten), bahasa Yunani lagi .. penulisnya ngga ada murid Jesus lagi...
    Anda memang punya khayalan sangat indah, tapi berakibat fatal pada hidup Anda!

    BalasHapus
  6. Didalam alquran memang telah tersirat bahwa nabi Muhammad itu ummi yang mungkin artinya buta huruf.
    Kalau admin memaksaku untuk mencari ayatnya, tentu akan kucarikan.
    Tapi buta huruf bukan berarti bodoh, ngarang dan Ngawur, ya kan?

    BalasHapus
  7. @ Anas & Edy lombok
    Kenapa sih kalian ngotot ttg buta huruf nya sang nabi ? Memangnya apkh kehebatan seorang buta huruf yg dapat dibanggakan ?

    Saya sih rada percya dia buta huruf , berdasarkan isi quran banyak yg keliru , mis :

    1. QS 2: 249-251 Ayat2 ini semula sedang membicarakan Thalut (Saul ), tiba2 di ayat 251 lompat/ ngaco ke Daud dan Jalut ( Goliath). Padahal kisah ini sebetulnya NGUTIP dari Alkitab, dari kisah Gideon , tapi ngaco/ lompat ke Daud, yang hidup beda zaman ratusan tahun dengan Gideon. Padahal sang nabi ber-ulang2 menyatakan bahwa tulisannya sangat jelas, indah dan bagus tata bahasanya , paling benar dan sempurna. INI SUATU PERNYATAAN YANG SANGAT NEKAD DAN TIDAK TAHU MALU.
    INILAH : BUKTI KEBODOHAN AWLOH , DIA BINGUNG, LUPA SEJARAH , BUKTI KEPALSUAN QURAN
    Hanya bisa menipu orang2 yang BODOH, yang membaca kitab tanpa mengerti apa arti kalimat yang dibaca !

    2.Ayah Maria , bernama Eli , dikatakan bernama Imran, padahal Amran adalah nama ayah Miryam , sdr Musa dan Harun yg beda zaman 1500an th . Jadi awloh LUPA, dia tidak bisa membedakan antara Miryam dgn Maryam

    3. Dalam Qs 19:27-28 awloh dan muhamad KELIRU mengatakan : Maryam adalah saudara Harun. Awloh LUPA, BINGUNG , tidak bisa membedakan antara Miryam saudara Harun dengan Maryam, bunda Yesus yg beda zaman 2000-an th.
    4. Kuburan Abraham yg berada di Makhpela ( Palestina) menurut Musa, dikatakan ada di Mekah. Apakah mungkin/ masuk akal muhamad lebih tahu dr pd Musa ? Abraham tidak pernah ke Mekah

    5 Kesalahan dlm Qs 12: 21- 30, tentang orang Mesir yang yang membeli Yusuf sebagai budak , yang sebenarnya bernama Potifar, salah disebut Quran , menjadi Al Aziz
    6. Nama Yesus yg berarti: “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka”; awloh dan muhamad KELIRU menterjemahkan menjadi Isa, nama yang tidak bermakna.
    Ini MEMBUKTIKAN quran BUKAN berasal dari TUHAN , ALLAH Pencipta Alam Semesta
    7.. Surga yang keadaannya suci kudus, tidak ada kawin mengawin, dikatakan : ( pria cabul ) akan dikawinkan dengan bidadari2 cantik di surga. Didunia aja digrebeg oleh FPI !
    8. INJIL tentang adanya Kepastian Keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus, tidak diberitahu dalam Alquran , malah ditutup2-i
    9. Ibu angkat Musa , menurut Musa sendiri adalah Puteri Firaun, tetapi dikatakan ( oleh quran ) istri Firaun. Apakah masuk akal muhamad lebih tahu dr pd Musa yg mengalami sendiri ?!
    Inilah BUKTI, bahwa quran BUKAN berasal dari TUHAN, ALLAH Pencipta Alam Semesta karena si awloh LUPA siapa ibu angkat Musa.
    9. Ayahnya Abraham yg bernama Terah , dikatakan quran bernama Ashar. Apakah masuk akal , muhamad lebih tahu dr pd Musa, yg lebih tua 2000-an th ?! Yang kitabnya diakui quran, tetapi sebaliknya tidak ! ?
    10. Selain itu, jumlah nabi/ rasul penulis Alkitab ada - + 40 orang, tapi bisa disatukan dalam satu kitab. Sedangkan Quran tidak mungkin bisa disatukan, dimasukkan kedalam Alkitab , karena banyak pertentangannya, sebab memang beda Allahnya.
    Dan masih banyak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. uck Gonzalez Sr.24 Oktober 2015 16.12

      al quran itu dalam bahasa arab jadi kemanapun dibawa ayat2nya tetap akan sama.tafsir bisa saja berbeda-beda tergantung ilmu ahli tafsirnya (untuk penafsiran pun tidak bisa oleh sembarangan orang, hanya orang2 yg berilmu dan memenuhi persyaratan) mungkin yg anda baca itu adalah terjemahan.ayat al quran bukan terjemahan.mengenai ayat al quran yg anda bilang "melompat-lompat", saya kasih tau anda bahwa al quran itu bukan bikinan manusia dan bukan juga kitab dongeng/kitab cerita2 karena kalo dongeng atau cerita memang harus berurutan.tapi al quran adalah petunjuk dari sang pencipta.tiap ayat ada kandungan nya.jangan samakan al quran dengan kitab2 lain.juga karena standar al quran ini adalah kesastraan arab,maka klo anda ingin lihat strukturnya jangan liat artinya, tapi liat naskah ahli bahasa arabnya maka anda akan mendapatkan sebuah sastra luar biasa yg berbeda dari buatan manusia dan tidak ada siapapun yg sanggup membuat yg demikian.udah lebih 14 abad dan akan terus begitu sampai akhir zaman.dan juga klo anda ingin yang alurnya jelas silahkan baca NOVEL saja...
      Hapus

      Hapus
  8. Aneh ga sih sob....nabinya di bilang pinter baca tulis malah ga mau.. mau nya apa sih? Maunya tetep bodoh x yaa... aneh..
    pd hal kan maksud ga bisa baca tulis tuh kalo jaman dulu banget itu adalah orang yg ga ngerti ilmu agama (orang yg ga ngerti ajaran TUHANnya bangsa israel) makanya smp jadi fosil muhammad tetep ummi (ga bisa baca tulis/ga ngerti ajaran TUHANnya bangsa israel)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oii bangsa israel ? Israel itu nabi yakup as, bani yakup alias bani israel. Isra el ? Nabi yang berjalan. Isra miraj ? Nabi yang diankat keatas langit. Yakup binti ishak binti ibrahim. Ibrahim as agama nya muslim alias islam. Tuhan nya ibrahim, ishak, yakup, yusuf, daud, sulaiman bin daud, zakaria, yahya, musa, isha cuma satu gk ada lain Allah Swt. Semua nabi2 dan rasul2 sebelum nabi muhammad saw adalah Beragama Islam. Jadi kitab Taurat, Zabur, Injil, Alquran Adalah kitab2 nya orang islam zaman Musa as, Daud as, Isha as, Muhammad Saw. Sampe sini paham ente bahlul ? Pelajari sejarah biar tau asal muasal lau dr mana ?

      Hapus
  9. Satu penelitian dan kajian yang menarik oleh saudara Mike Griffin dan sya membacanya sepintas lalu dan sya mendapati ini adalah hasil kajian seorang yang MAHU MENJAGA KESUCIAN ISLAM DAN RASULULLah dan menyelamatkan Al -quran dr fitnah buruk. Diharapkan agar seISLAM dgn diri sya JANGAN trus marah tp ambil fakta2 yg baik dan kaji lagi dan lagi.

    BalasHapus
  10. 1. Muhammad tidak bisa baca tulis pada masa nya, itu benar ada nya. Beliau hanya bisa berhitung sehingga dia menjadi seorang pedagang. Wallahualam.

    2. Nabi Muhammad menikah dengan Khodijah janda kaya benar adanya, KARENA KEJUJURAN DAN KEULETAN BELIAU di dalam berniaga. (JADI BUKAN KARENA SEMATA MATA KHODIJAH KAYA RAYA LALU ROSUL MENIKAHINYA.

    3. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam DITELANTARKAN EMAK NYA????
    FAKTANYA : IBU NABI MUHAMMAD SITI AMINAH meninggal dunia tidak berapa lama setelah melahirkan Nabi Muhammad. Tidak lama kemudian bapa beliau menyusul meninggal dunia. Lalu beliau "diasuh Allah Subahanahuwataala" dan kakek nya. JADI BUKAN DITELANTARKAN DENGAN SECARA SENGAJA! karena kedua orang tua beliau meninggal dunia.

    4. Nabi Muhammad menerima wahyu PERTANA TAMA BUKAN KETIKA SEDANG TIDUR DAN BERMIMPI! BELIAU MENERIMA WAHYU PERTAMA DI GUA HIRA DARI ALLAH MELALUI MALAIKAT JIBRIL.

    Banyak hadis dan ayat quran yg dipotong nih, pantesan si penulis bisa nulis semaunya dia menghina nabi Muhammad.

    Mana nih penulis, ayo sharing lagi, nongol dong.
    Btw, banyak banyak liat youtube deh, udah mulai banyak misionaris yang menjadi muslim. Mereka sudah diberi hidayah dan pencerahan hati, percaya Isa Alaihissalam bukan tuhan. Percaya hari Akhir. Ayo buka mata dan hati kalian. Ingat dan percaya ada nya Allah, ada nya hari akhir dan hari perhitungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @sigit purnama
      jgn bangga dulu, lihat juga yang murtad banyak di youtube.
      mualaf atau murtad kembali kepada iman masing-masing

      Hapus
  11. i ya nihhh..penulis goblok banget,..mau menghina islam kayaknya copy paste dari mana,

    BalasHapus
  12. Biarin aja orang gila kalo ngomong ngelantur

    BalasHapus
  13. Belajarnya belum lulus nih, penulisnya.

    BalasHapus
  14. Belajarnya belum lulus nih,sang penulisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini orang idiot, bro!!!
      kita muslim jangan sampe percaya banyak kata ngawur,, masa Rosul banyak membunuh menindas dan memaksa masuk agama,, nih dangkal sekali otaknya penulis nih.

      Hapus
  15. Boleh saja mengintepretasi umi itu dalam berbagai pendapat,bisa baca tulis,itukan hasil analisis manusia saja.. yang jelas jika Allah berkehendak, maka terjadilah..seperti penciptaan nabi Adam dari tanah, Isa yang tidak berbapak.. yg tdk akan masuk akal/logika manusia..apalagi dikatakan bapaknya Isa adalah Tuhan yang menciptakan Maria dan Isa..??
    Yg jelas ummi memang bukan berarti bodoh..tp saat itu nabi Muhammad tidak punya skill membaca dan menulis kr belum diajarkan sebelumnya.. namun setelah mendapat pengajaran dari Allah melalui malaikat Jibril, allahualam..
    Inti dari kehendak Allah memilih Muhammad yg Umi sebagai nabi terakhir adalah sbg ujian bagi umat manusia, apakah kalian mau percaya apa tidak bila diutus nabi yg umi (nb:bukan bodoh ya..) sama halnya ketika Isa tak berbapak, percaya apa tidak ? Ternyata banyak yg membantah dan memfitnah macam2..khususnya kaum yahudi yg menolak keberadaan nabi isa.. padahal Allah bermaksud menunjukan kebesaranNya.. dipilih muhammad yg umi juga utk menghindari fitnah, bahwa Quran adakah ciptaan Muhammad saja, akal akalan dia saja.. jd klu umi, gimana caranya Muhammad menciptakan sebuah buku yg begitu sempurna baik tulisan dan isinya..? Logika akan mengatakan tdk mungkin..pasti ada penciptanya yang luarbiasa yaitu Allah..
    Baru terbukti dr hasil penemuan2 ilmuan zaman akhir akhir ini bagaimana Al quran telah memaparkan berbagai temuan saint, sejak 1400 tahun yg lalu..yg tidak mungkin diciptakan oleh seorang muhammad yg umi.. bahkan tdk umi pun mana mungkin..wong ilmuan2 canggih baru meneliti dan menemukan penemuannya ratusan thn terakhir.
    Umi.. juga utk menghindari fitnah..khususnya kaum Kristiani yang mengatakan Muhammad menciptakan Islam, kr mencontek agama kristen..karena beliau belajar dari salah satu paman Siti Hadijah yg pd saat itu seorang pendeta.. pdhal nabi Muhammad seorang yg ummi,dan beliau belum pernah bertemu dg paman siti Hadijah yg pendeta itu sebelumnya ( paman siti Khadijah yg menikahi bukan paman yg pendeta ini) Nabi Muhammad baru diajarkan baca oleh malaikat jibril saat usia 40 tahun..ketika saat pertama mendapatkan wahyu.. surat Al Alaq (AQ:96) lagi pula kalau nyontek injil .. apa dinjil dijabarkan kebenaran saint saint seperti yg ada di Al quran? Coba jelaskan itu..
    Sebenarny bahasa Al Quran sangat mudah difahami bahkan utk golongan orang yg rendah ilmu sekalipun, jd dipahami secara harfiah saja sudah jelas, tdk perlu mencari cari pemaknaan menurut pendapat akal manusia yang jelas jauh sekali dari ilmu Allah yang maha luas.. tidak perlulah kita menyombongkan diri sebagai yang lebih memahami Al Quran dari yg lain.. jalani saja perintahnya maka kita akan mendapat ketentraman hidup di dunia dan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat kelak.

    BalasHapus
  16. Nb: klu jago berdagang tidak perlu bisa baca tulis, di psr saya ada pak tua dagang buah yg pelanggannya banyak, dagangannya selalu laris.. dia ga bisa baca tulis, tapi tahu nilai uang, kr terbiasa dagang sejak mudanya..

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. luar biasa semua bedasarkan alquran dan hadis penulis memang handal , saya masuk kristen ajalah yang sudah jelas

    BalasHapus
  19. Numpang ngakaks di postingan konyol bin copas.. Wkwkwkwk

    BalasHapus
  20. Rosululloh tdk membaca lembaran2 ..tpi membaca demgan lidahnya krn alquran sdh ada dibenaknya tanpa perlu membaca sebuah tulisan..lihatlah jaman skrg banyak anak kecil yg bahkab mampu menghafal selurh juz alquran.sedang alquran datang melalui lidah Rosululloh subgguh ironis kalo rosululloh membaca dri lembaran2 alquran..penulis ini jelas kurang cerdas!,

    BalasHapus
  21. Rosululloh tdk membaca lembaran2 ..tpi membaca demgan lidahnya krn alquran sdh ada dibenaknya tanpa perlu membaca sebuah tulisan..lihatlah jaman skrg banyak anak kecil yg bahkab mampu menghafal selurh juz alquran.sedang alquran datang melalui lidah Rosululloh subgguh ironis kalo rosululloh membaca dri lembaran2 alquran..penulis ini jelas kurang cerdas!,

    BalasHapus
  22. Rosululloh tdk membaca lembaran2 ..tpi membaca demgan lidahnya krn alquran sdh ada dibenaknya tanpa perlu membaca sebuah tulisan..lihatlah jaman skrg banyak anak kecil yg bahkab mampu menghafal selurh juz alquran.sedang alquran datang melalui lidah Rosululloh subgguh ironis kalo rosululloh membaca dri lembaran2 alquran..penulis ini jelas kurang cerdas!,

    BalasHapus
  23. Rosululloh tdk membaca lembaran2 ..tpi membaca demgan lidahnya krn alquran sdh ada dibenaknya tanpa perlu membaca sebuah tulisan..lihatlah jaman skrg banyak anak kecil yg bahkab mampu menghafal selurh juz alquran.sedang alquran datang melalui lidah Rosululloh subgguh ironis kalo rosululloh membaca dri lembaran2 alquran..penulis ini jelas kurang cerdas!,

    BalasHapus
  24. rasulullah tidak membaca lembaran-lembaran tapi menlafadzkan dan mengajarkan kepada umat islam, khususnya para sahabat. setelah rasulullah wafat pada masa (khulafaur rasyidin) barulah al-quran dibukukan,atau ditulis dalam lembaran"...MAKSUD DARI UMMI BUKANNYA BUTA HURUF DAN TULIS, MENURUT PENDAPAT SAYA RASULULLAH SAW. TIDAK BISA BERSASTRA SEPERTI BAHASA PADA AL QUR'AN YANG TERSIRAT AKAN SEJUTA MAKNA, CONTOHNYA PADA SURAH AL BAQOROH, AYAT PERTAMA (aliff laamm mimm)/(Yaassiin)dll. apakah ada yang tahu arti pastinya? hanya ALLAH yang maha tahu. BERBEDA DENGAN HADITS YANG MUDAH DI PAHAMI (BERUPA PERUMPAMAAN YANG MUDAH DI TERIMA AKAL). BEDA DENGAN AL-QUR'AN YANG MEMILIKI BAHASA SASTRA TINGGI, DAN TIDAK ADA YANG BISA MENANDINGI SASTRANYA/KOMPOSISI PERKATA...KARENA ITU MERUPAKAN KALAM ALLAH SWT. JADI MAKSUD UMMI BUKAN BUTA HURUF, BUTA BACA, MELAINKAN TIDAK BISA BERSASTRA SEPERTI BAHASA AL-QUR'AN. JIKA UMMI DALAM ANGGAPAN UMUM ADALAH BODOH, TENTU AKAN BERTOLAK BELAKANG DENGAN SIFAT RASUL YANG CERDAS!! JADI DIRENUNGKAN LAGI ANGGAPAN KALIAN YANG BERUSAHA MENJELEKAN RASULULLAH, BERTAUBATLAH.........

    BalasHapus
  25. rasulullah tidak membaca lembaran-lembaran tapi menlafadzkan dan mengajarkan kepada umat islam, khususnya para sahabat. setelah rasulullah wafat pada masa (khulafaur rasyidin) barulah al-quran dibukukan,atau ditulis dalam lembaran"...MAKSUD DARI UMMI BUKANNYA BUTA HURUF DAN TULIS, MENURUT PENDAPAT SAYA RASULULLAH SAW. TIDAK BISA BERSASTRA SEPERTI BAHASA PADA AL QUR'AN YANG TERSIRAT AKAN SEJUTA MAKNA, CONTOHNYA PADA SURAH AL BAQOROH, AYAT PERTAMA (aliff laamm mimm)/(Yaassiin)dll. apakah ada yang tahu arti pastinya? hanya ALLAH yang maha tahu. BERBEDA DENGAN HADITS YANG MUDAH DI PAHAMI (BERUPA PERUMPAMAAN YANG MUDAH DI TERIMA AKAL). BEDA DENGAN AL-QUR'AN YANG MEMILIKI BAHASA SASTRA TINGGI, DAN TIDAK ADA YANG BISA MENANDINGI SASTRANYA/KOMPOSISI PERKATA...KARENA ITU MERUPAKAN KALAM ALLAH SWT. JADI MAKSUD UMMI BUKAN BUTA HURUF, BUTA BACA, MELAINKAN TIDAK BISA BERSASTRA SEPERTI BAHASA AL-QUR'AN. JIKA UMMI DALAM ANGGAPAN UMUM ADALAH BODOH, TENTU AKAN BERTOLAK BELAKANG DENGAN SIFAT RASUL YANG CERDAS!! JADI DIRENUNGKAN LAGI ANGGAPAN KALIAN YANG BERUSAHA MENJELEKAN RASULULLAH, BERTAUBATLAH.........

    BalasHapus
  26. contoh simple untuk menyadari kebodohan anda.memang benar nabi muhamad itu ummi alias ga bisa bisa baca dan menulis jadi tidak mungkin dia bisa menulis kitab arab injil arabi ya apaun lah itu seperti yg kamu tulis.

    kenpa saya bilang begitu karana sekwaktu jibril datang saja dia tidak bisa menulis oleh karena itu semua yang selalu menulis wahyu diberikan jibril adalah Zaid bin Tsabit https://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Tsabi.kronologi nya sebagai berikut kalo kita pake logika tuhan memberikan wahyu ke malaikat jibril > malaikat jibril menyampaikan ke muhamad > muhamad mendikte Zaid_bin_Tsabi untuk menulis apa yang di berikan jibril ke dia/dari sini kan bisa tau ngapain muhamad susah2 suruh zaid bin tsabi yang nulis kenapa ga dia sendiri aja yang nulis??jawabanya ya itu karna nabi muhamad emang ga bisa nulis dan baca.jadi apa yang kamu tulis nabi muhamad itu penulis injil arabi itu pembodohan umat gimana bisa orang yg di kasi wahyu aja masi minta bantuan si Zaid_bin_Tsabi aja buat nulis bikin ijil arab zzz.tulisan anda diatas cuma mengada2 macam tong kosong nyaring bunyinya bodoh kok dipelihara jon2

    BalasHapus
  27. Ini penulis non muslim,, hati-hati terjebak cerita,,, mana ada di usia 40-63,, Rosul tercinta Muhammad,banyak membunuh menindas dan memaksa masuk islam,, DASAR TOLOL LUH,, JANGAN ASAL JIPLAK LUH NGOMONG,,,
    BUTA HURUP DIA SUATU MUZIZAT, BISA MEMBAWA QUR'AN YANG SEMPURNA HANYA DENGAN DAYA PIKIR TANPA CATATAN TULISAN.
    COBA BAYANGKAN BETAPA PINTARNYA ROSUL KITA ILMU YANG DIA MILIKI SEMUANYA DITAMPUNG DIKEPALA.
    Rosul manusia istimewa ga kayak kita,, jago baca tulis giliran praktek bawa buku sekoper...

    BalasHapus
  28. Penulis munafik,,,, saya ingin bertanya, apabila seorang yang jago baca tulis kayak anda, ditanya satu pertanyaan dan anda tidak menjawab apakah penulis yang jago membaca masih bisa dikatakan ajaib. Lebih hebat mana dengan Rusul saya, yang cuma hanya melihat dan mendengar beliau bisa menampung wahyu yaitu Al-Quran yang begitu sempurna mengandung berjuta ilmu yang bermanfaat, dan sudah terbukti oleh profesor kristen sekalipun, dan itu hanya sebagian saja dan masih belum tergali semua sampai sekarang, ada ilmu canggih juga buat masa depan ada di Al-Quran, baca lah supaya kamu tau betapa jeniusnya Rosul Muhammad Saw..Allohuakbar

    BalasHapus
  29. Bodoh benar kamu, itu di al quran kamu yg menyatAkan , dasAr setan iblis, mamad bodoh

    BalasHapus
  30. saya sangat berterima kasih kepada penulis yang sudah berusaha mencari tahu kebenaran tentang Muhammad..ada sedikit ilmu yang saya dapatkan disini.
    saya akui anda hebat menelusuri islam seperti itu, kalo bisa cari materi yang lebih dalam lagi bos misalnya tentang kenapa islam saat itu bisa luas perkembangannya, yg ringan2 aja biar santai bacanya bos..
    sesungguhnya kita adalah berasal dari pencipta yang sama dan entah tuhan yg mana yg benar pasti ada misi yg tersembunyi yang kita belum pahami, kita cuma diberi akal dan pikiran untuk mengenal siapakah yg telah menciptakan kita sehingga kita menjadi beragam.
    knapa manusia selalu berperang ?
    mengapa sang pencipta membiarkan banyak korban perang...
    inilah rencana sang pencipta, dan manusia diberi pilihan atas kehidupannya..

    BalasHapus
  31. Wooowww... Apa kalian tau kalau ternyata Alam semesta ini terdiri dr beberapa galaksi, ribuan bintang, dan jutaan planet spt bumi. Jika kita merenung sesaat, begitu banyak makhluk yg ada diluar sana. Mungkin pula ada banyak manusia seperti yesus, budha,atau muhammad yg mereka yakini sebagai penuntun hidup dlm beragama. Tapi hanya ada satu Tuhan yg patut disembah, Allah SWT.

    BalasHapus
  32. Wooowww... Apa kalian tau kalau ternyata Alam semesta ini terdiri dr beberapa galaksi, ribuan bintang, dan jutaan planet spt bumi. Jika kita merenung sesaat, begitu banyak makhluk yg ada diluar sana. Mungkin pula ada banyak manusia seperti yesus, budha,atau muhammad yg mereka yakini sebagai penuntun hidup dlm beragama. Tapi hanya ada satu Tuhan yg patut disembah, Allah SWT.

    BalasHapus