Sabtu, 08 Desember 2012

Injil Barnabas Asli atau Palsu

Pengenalan
Umat Kristiani sejak awal dipercayai bahwa keempat kitab Berita Baik (Injil) yang disampaikan oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah diilhamkan oleh Roh Allah, dan mengandung keterangan yang sah tentang riwayat serta karya Tuhan Yesus dan merupakan Berita Baik bagi dunia. Kitab-kitab ini disebut Berita Baik (Injil) yang disampaikan oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Sebaliknya, agama Islam mengklaim bahawa kitab Berita Baik (Injil) orang Kristiani tidak sah. Menurut klaim setengah orang Islam, sebuah buku yang berjudul Injil Barnabas, kononnya ditulis pada abad pertama (1 M) oleh Rasul Barnabas dan dikatakan bahawa inilah Injil sebenar yang diberikan oleh Yesus. Perkara yang mengherankan adalah buku ini hanya muncul pada abad ke-18 M!
Artikel ini bukan bertujuan menyindir siapa tetapi untuk memaparkan kenyataan supaya kebenaran dapat dibedakan daripada kepalsuan dan agar kebenaran akan dipercayai.
Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 8:31-32,36:
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
Mula-mula akan dijelaskan sebab-sebabnya mengapa setengah umat Islam menyanjung tinggi buku yang berjudul Injil Barnabas. Kemudian kita akan melihat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan buku ini dikarang oleh Rasul Barnabas. Kita akan melihat bukti-bukti yang menunjukkan buku yang berjudul Injil Barnabas adalah palsu dan tidak mungkin dikarang lebih awal daripada abad ke-14 M.
Sebab-sebab mengapa buku berjudul Injil Barnabas dihargai oleh setengah orang Islam
Walaupun terdapat banyak sebab tetapi semua itu dapat diringkaskan kepada dua sebab:
1. Keterangan tentang kehidupan Tuhan
Yesus seperti yang tercatat dalam Injil Barnabas ada banyak persamaan dengan keterangan yang terdapat dalam Qur’an. Injil Barnabas menyatakan bahawa Yesus bukan Anak Allah, bukan Penyelamat (Mesias) dan tidak disalibkan.
Bagi orang Islam, tidak terdapat banyak bukti untuk menyokong ajaran Qur’an apabila ajaran Qur’an bertentangan dengan Alkitab. Misalnya Qur’an menyatakan bahawa Yesus tidak disalibkan. Bagaimanapun, oleh sebab itu Qur’an ditulis lebih kurang 600 tahun setelah peristiwa kematian Tuhan Yesus, maka klaim Qur’an ini tidak berdasar.
Injil Barnabas menceritakan bahawa Yesus tidak disalibkan, melainkan orang lain yang disalibkan untuk menggantikan tempatNya. Cerita ini digunakan untuk menyokong klaim yang terdapat dalam Qur’an.
Buku ini juga mencaci dan mengecam Rasul Paulus dan pelayanannya. Buku ini amat pro-Islam. Isi kandungannya berlainan sekali dengan Berita Baik (Injil) yang terdapat dalam Alkitab. Maka tidak heran jika buku ini diterima oleh orang Islam dan dianggap mereka sebagai Injil yang benar.
2. Injil Barnabas kononnya mengandung ‘nubuat’ tentang kedatangan Muhammad.
Umat Islam percaya bahwa kedatangan Muhammad dinubuatkan dalam Alkitab. Nas Qur’an yang menyokong kepercayaan mereka ini adalah QS 7 Al-’A`raf 157:
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Jika ayat ini benar, maka kita seharusnya mendapat banyak rujukan tentang Nabi Muhammad dalam nubuat-nubuat yang terdapat dalam Taurat (Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) dan Berita Baik (Injil) yang disampaikan oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Para sarjana Islam asyik mencari nubuat-nubuat ini untuk melandaskan kepercayaan mereka bahwa kedatangan Muhammad memang dinubuatkan. Implikasi daripada nas Qur’an adalah nubuat-nubuat ini akan mudah ditemui. Tetapi sarjana Islam heran apabila mendapati bahawa Yesus Kristus dan bukan Muhammad yang dinubuatkan dalam Alkitab.
Sementara setengah sarjana Islam masih mencari-cari dalam berita Baik (Injil) dengan harapan mendapat nubuat-nubuat yang sesuai untuk menyokong klaim Qur’an, setengah umat Islam melihat Injil Barnabas sebagai jawaban kepada usaha mereka. Dengan itu, alasan mereka adalah Alkitab Kristian telah dipalsukan dan diubah oleh manusia dan Injil Barnabas saja Injil yang sebenar.
Bukti-bukti kepalsuan “Injil” Barnabas
Bagi orang yang menginginkan kebenaran, tidaklah menjadi masalah untuk mengetahui bahawa buku yang berjudul “Injil Barnabas” ini adalah Injil yang palsu. Sebenarnya sarjana-sarjana Kristiani dan juga sarjana-sarjana Islam yang sungguh-sungguh, setuju bahwa buku ini adalah Injil yang palsu, yang dikarang oleh seorang yang beragama Islam, dari Italia pada abad ke-14.
Injil Barnabas bertentangan dengan Qur’an
Para sarjana Islam yang sungguh-sungguh akan menolak buku ini kerana keterangannya bertentangan dengan apa yang terdapat dalam Qur’an. Penulis Injil Barnabas, dalam usahanya menulis sebuah buku untuk menyokong keterangan yang terdapat dalam Qur’an, telah membuat banyak kesalahan, dan akhirnya hasil usahanya bertentangan dengan Qur’an. Pertentangan-pertentangan ini harus menyadarkan orang Islam akan kepalsuan buku ini kerena jika mereka mengakui Injil Barnabas itu sahih, maka secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa Qur’an adalah salah.
Bagi maksud kita di sini, cukuplah untuk melihat beberapa contoh pertentangan antara Qur’an dan Injil Barnabas.
Dalam beberapa petikan dari Injil Barnabas, Yesus dikatakan menyebut Nabi Muhammad sebagai Penyelamat (Mesias). Hal ini tidak mungkin berlaku dan mereka yang membaca Qur’an tahu bahwa gelar “Al-masih” atau “Mesias” diberikan kepada Yesus dan bukan Muhammad.
Barnabas 96:
… Jesus answered: `As God liveth, in whose presence my soul standeth, I am not the Messiah whom all the tribes of the earth expect, …
… Yesus menjawab: ‘Demi Allah yang hidup, yang kehadiranNya mendampingi jiwaKu, Aku bukanlah Mesias yang ditunggu-tunggu semua bangsa di dunia ini, …
QS 5 Al-Ma’idah 72:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
Dalam Injil Barnabas, sang penulis menulis tentang sembilan langit padahal Qur’an hanya menyebut tujuh langit.
Barnabas 178:
… Jesus answered: ‘Paradise is so great that no man can measure it. Truly I say to you that the heavens are nine, among which are set the planets; …
… Yesus menjawab: ‘Surga sangatlah besar sehingga tidak seorangpun dapat mengukurnya. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa langit adalah sembilan, diantaranya terdapat planet-planet; …
2 Al-Baqarah 29:
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Penulis Injil Barnabas menyatakan bahawa Mariam semasa memperanakkan Yesus tidak mengalami kesakitan. Hal ini bertentangan dengan Qur’an yang menerangkan tentang kesakitan Mariam semasa kelahiran Yesus.
Barnabas 3:
… The virgin was surrounded by a light exceeding bright, and brought forth her son without pain, whom she took in her arms, and wrapping him in swaddling-clothes, laid him in the manger, …
… Perawan itu dikelilingi oleh cahaya yang amat terang, dan melahirkan anaknya tanpa rasa sakit, lalu ia mengambil dalam pelukannya, dan membungkus dia dengan kain lampin, membaringkannya di dalam palungan, …
19 Maryam 23:
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
Bagi orang Kristiani, pertentangan Injil Barnabas dengan Qur’an bukanlah sebab utama mengapa kita menolak Injil Barnabas, kerena bagi orang Kristiani, Alkitab adalah Firman Allah. Kita menolak Injil Barnabas ini kerana isi kandungannya tidak mungkin dikarang oleh Rasul Barnabas dan fakta-fakta yang terdapat dalam buku itu bertentangan dengan fakta sejarah, dan Rasul Barnabas tidak mungkin membuat kesalahan-kesalahan itu.
Kandungan Injil Barnabas tidak mungkin dikarang oleh Rasul Barnabas
Marilah kita lihat siapakah Barnabas itu sebenarnya untuk mengetahui apakah dia yang menulis buku yang berjudul Injil Barnabas. Nama Barnabas pertama kali disebut dalam Kisah Para Rasul. Dia seorang yang kaya, orang Lewi yang ramah dan penyayang, teman Paulus, dan seperti Paulus diberikan gelaran rasul. Kisah Rasul-Rasul 4:36; 9:26-27; 11:22,24-25,30; 12:25; 13:1,50; 14:12; 15:36,39; 1 Korintus 9:6; Galatia 2:1,13; Kolose 4:10.
Penulis buku Injil Barnabas menghantam hebat pengajaran-pengajaran Paulus terutamanya tentang penyaliban, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan kepercayaan Kristiani bahawa Yesus ialah Anak Allah. Buku itu pada keseluruhannya mengandung bahan-bahan kepercayaan yang bertentangan dengan kepercayaan Paulus. Bolehkah Rasul Barnabas yang sebenarnya mengarang buku itu?
Kita melihat dalam Kisah Para Rasul 9:27 bahawa semasa Paulus datang ke Yerusalem, Barnabas itulah yang mengakuinya sebagai pengikut Yesus.
Kisah Para Rasul 9:27
Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
Barnabas dan Paulus bersama-sama memberitakan Yesus sebagai Anak Allah dan tentang bagaimana Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. (Kisah Para Rasul 13:33)
Dari keterangan-keterangan yang ada, jelaslah bahawa Rasul Barnabas bukan penulis buku Injil Barnabas. Orang lain telah mengarang buku itu dan menggunakan namanya dengan maksud menyesatkan orang.
Kesalahan fakta yang tidak mungkin dilakukan oleh Rasul Barnabas.
1. Apabila kita memeriksa sejarah Barnabas, kita akan mendapati bahawa dia muncul di kalangan rasul-rasul setelah kebangkitan Yesus. Namanya yang asli ialah Yusuf (Kisah Para Rasul 4:36). Oleh sebab kasihnya dia telah menjual sebidang tanah miliknya dan menyumbangkan hasilnya itu kepada rasul-rasul untuk dibagikan kepada orang yang memerlukan bantuan.
Perbuatan kasih Barnabas itu sangat mendorong orang Kristiani, sehingga rasul-rasul pun memberinya gelaran “Barnabas” yang bermakna “anak penghibur”. Maka Barnabas hanya dipanggil Barnabas selepas kebangkitan Tuhan Yesus.
Penulis Injil Barnabas membuat satu kesalahan yang besar apabila dia menulis bahwa Barnabas adalah salah seorang daripada dua belas rasul yang selalu bersama-sama Yesus semasa pelayananNya, dan Barnabas dipanggil dengan nama Barnabas oleh Yesus sendiri.
Kisah Para Rasul 4:36
Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
Barnabas 19:
… Jesus answered: “Be not sore grieved, Barnabas; for those whom God hath chosen before the creation of the world shall not perish …
… Yesus menjawab: “Janganlah bersusah hati, Barnabas; bagi mereka yang telah dipilih Allah sebelum penciptaan dunia tidak akan binasa …
2. Penulis “Injil Barnabas” menyatakan bahawa Yesus selalu menafikan bahwa Dialah Mesias. Tetapi dalam buku itu Yesus juga disebut “Kristus”.
Barnabas (Pengenalan P):
True Gospel of Jesus, called Christ, a new prophet sent by God to the world: according to the description of Barnabas his apostle. Barnabas, apostle of Jesus the Nazarene, called Christ, to all them that dwell upon the earth desireth peace and consolation.
Injil sejati Yesus, yang disebut Kristus, seorang Nabi baru yang dikirim oleh Tuhan untuk dunia: menurut keterangan Barnabas rasulNya. Barnabas, rasul Yesus orang Nazaret, yang disebut Kristus, kepada semua mereka yang diam di atas bumi yang menghendaki perdamaian dan penghiburan.
Perkataan “Kristus” sebenarnya adalah terjemahan Yunani untuk perkataan Mesias (artinya Penyelamat) dan “Yesus Kristus” dimaksudkan Yesus Mesias. Pertentangan dalam pernyataan penulis yang menyatakan Yesus bukan Mesias tetapi adalah Kristus, membongkar kepalsuan buku itu.
3. Dalam injil Barnabas, ada disebut tentang tahun Yobel. Pada masa nabi Musa, Allah telah menetapkan supaya orang Yahudi merayakan tahun Yobel setiap lima puluh tahun. Ada tertulis dalam Imamat 25:10:
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
Akan tetapi dalam Injil Barnabas 82, dikatakan bahwa:
… And then through all the world will God be worshipped, and mercy received, insomuch that the year of jubilee, which now cometh every hundred years, shall by the Messiah be reduced to every year in every place …
… Dan kemudian melalui seluruh dunia Allah akan disembah, dan rahmat yang diterima, sedemikian rupa sehingga tahun Yobel, yang sekarang datang setiap seratus tahun, wajib oleh Mesias dikurangi untuk setiap tahun di setiap tempat …
Di sini ada satu kesalahan fakta yang sangat jelas. Tahun Yobel yang dirayakan setiap lima puluh tahun dikatakan dirayakan setiap seratus tahun. Dengan itu, kesalahan yang sangat ketara ini memungkinkan kita mengandaikan abad keberapa buku ini ditulis. Pada tahun 1300 M Paus Boniface VIII, ketua Gereja Katolik telah mengeluarkan perintah supaya tahun Yobel ini dirayakan setiap 100 tahun. Selepas Paus Boniface VIII meninggal dunia, Paus Clement VI memberikan perintah pada tahun 1343 M supaya perayaan tahun Yobel diubah kembali menjadi sekali dalam 50 tahun, sama seperti ketetapan yang diikuti pada zaman Musa.
Dengan latar belakang ini, kita dapat menyimpulkan bahawa penulis buku Injil Barnabas hanya tahu tentang perintah Paus Boniface VIII. Perkara ini membuktikan bahawa penulis itu hidup pada zaman Paus Boniface VIII atau setelah itu. Kesimpulan yang jelas adalah Injil Barnabas tidak mungkin ditulis lebih awal daripada abad ke-14 dan semua nubuat yang terkandung di dalamnya tentang kedatangan Muhammad adalah palsu kerana buku itu ditulis setelah kedatangan Muhammad.
Kesimpulan
Bukti-bukti yang ada jelas membuktikan bahawa Injil Barnabas tidak mungkin ditulis lebih awal daripada abad ke-14 M Rasul Barnabas bukan penulisnya. Seorang yang mempunyai pengetahuan yang cetek tentang agama Kristen dan yang beragama Islam telah menulisnya untuk menyesatkan orang banyak.
Buku itu mempunyai banyak pertentangan yang membongkar kepalsuan buku itu. Orang Islam juga harus menolak buku itu kerana keterangan dalam buku itu tidak serasi dengan keterangan dalam Qur’an.
Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Bagi orang Kristiani, kita harus berpegang kepada Injil yang terdapat dalam Alkitab yang terkandung dalam kitab Berita Baik (Injil) yang disampaikan oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, bahwa Tuhan Yesus, Anak Allah telah datang ke bumi ini dan melalui kematian dan kebangkitanNya, Dia telah membuka satu-satunya jalan bagi kita kepada Allah Bapa di Surga. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:12). Inilah Injil yang sebenar.

1 komentar:

  1. Berbicara mengenai Injil Barnabas, tidak diragukan lagi bahwa penganut Kristen pasti menolaknya. Pertanyaannya, dalam hal apakah yang menyebabkan penganut Kristen menolak Injil Barnabas? Tidal lain karena dalam Injil Barnabas, memuat ajaran pokok/akidah dasar yang sejajar dengan ajaran Islam, seperti Nabi Muhammad saw sebagai NABI AKHIR ZAMAN, Yesus tidak mati disalib melainkan yang disalib adalah orang lain. selebihnya beberapa kisah kehidupan Yesus, tidak ada perbedaan. Sebagai contoh bandingkan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Barnabas pasal 6-9 dengan dalam Injil Matius pasal 2. Betapa keduanyan menyajikan kisah yang sama. Perbedaannya hanya dalam redkasi tetapi informasi kisahnya, sama. Masih banyak lagi kesamaan antara Injil Barnabas dengan Injil-Injil Kanonik. Jika melihat kesamaan demikian, apakah kita masih mengatakan Injil Barnabas bertentangan dengan Injil-Injil kanonik ? Kemudian tuduhan sebagai Kitab Palsu yang diarahkan oleh penganut-penganut Kristen kepada Injil Barnabas, lebih didasarkan pada kajian yang sangat tidak cermat dan penuh dengan kontradiksi. Dan yang termuat dalam situs-situs internet tidak lebih dari pernyataan estafet " burung kakak tua ". Contoh yang parah seperti dikatakan dalam tulisan di atas bahwa Injil Barnabas dikarang pada abad ke-14. Tetapi pernyataan lain dari penganut Kristen juga menyatakan Injil Barnabas dikarang pada abad ke-16. Mana yang benar ? Terlihat betapa sanggahan penganut Kristen, tidak punya dasar sama sekali. Banyak pernyataan yang disajikan oleh tulisan di atas lebih menunjukkan perkiraan semata-mata tanpa didasarkan pada bukti yang pasti, seperti mengatakan " penulis buku Injil Barnabas hanya tahu tentang perintah Paus Boniface VIII ". Apa alasan untuk menyatakan demikian ? JIka membutuhkan tanggapan atas sanggahan penganut Kristen yang menuding ketidak-benaran Injil Barnabas, silakan berika E-mail-nya, nanti saya kirimkan bahasannya.

    BalasHapus